CEO Bukit Asam: Menerapkan Pola Keterbukaan di Semua Level

Presiden Direktur PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Milawarman, mengambil langkah besar dalam masa kepemimpinannya. Pasalnya, BUMN itu sekarang  bukan lagi menjadi perusahaan penyedia batu bara, melainkan sudah menjadi perusahaan penyedia listrik berbasiskan fosil dan renewal energi. Dengan membuat PLTU di mulut tambang, Bukit Asam kini dapat meraih omset Rp11 - 12 triliun di tahun 2014. Belum puas dengan hasilnya, pria yang menjabat sebagai presdir sejak tahun 2011 ini, menargetkan produksi 50 juta ton per tahun dan power  PLTU 1500 mega watt di tahun 2017-2018.

Berikut paparan lengkap Milawarman kepada reporter SWAonline, Destiwati Sitanggang:

Bagaimana pendapat Anda menjadi salah satu top 10 Best CEO versi  SWA?

Banyak manfaatnya. Pertama, untuk melakukan benchmarking dari segala lini itu diperlukan, untuk mengetahui posisi kita itu di mana. Dari situ, kita bisa melakukan pembenahan untuk daya saing bisnis. Yang kedua, untuk encouraging untuk saya dan semua karyawan, untuk tidak takut berkompetisi di dunia bisnis. Jadi, kita tidak perlu jika dievaluasi dan dinilai oleh pasar, karena bisnis itu memang harus dievaluasi. Yang ketiga, ini juga wujud untuk meng-encourage seluruh karena, karena artinya, apa yang mereka lakukan atas arahan saya, berhasil mendongkrak performance perusahaan. Ini yang membuat mereka semakin lebih yakin. Jika, suatu upaya tidak diukur, bagaimana mereka yakin kalau upaya mereka ini bisa dikatakan berhasil.

Ini juga dapat menjadi bahan baku untuk bersaing di dunia bisnis. Ini akan membuat customer kami lebih yakin dengan kami. Sebagai perusahaan yang yang bergerak sebagai penyedia energi, otomatis customer akan mencari penyedia energi yang menjamin pasokan, baik dari waktu, kualitas, dan kuantitas. Peningkatan kredibilitas perusahaan akan meningkatkan loyalitas customer. Pemilihan seperti ini juga meningkatkan kepercayaan yang berdampak pada harga saham kami juga.

Milawarma - Presdir PT Bukit Asam Tbk

Memang apa yang Anda lakukan sehingga dapat masuk Top 10 Best CEO versi SWA?

Penilaian ini kan dilakukan oleh karyawan. Jadi, karyawan akan bertahan dalam sebuah karyawan jika mereka punya makna dalam perusahaan. Makna itu dalam artian alasan mereka untuk tetap tinggal. Kepuasan karyawan ada dua, kondisi sekarang dan iming-iming karyawan, jika, iming-iming karyawan itu hanya layaknya impian dari langit, mereka tidak akan berani untuk tinggal. Tetapi dengan beberapa terobosan kita, salah satunya membangun PLTU di mulut tambang. Ketika membeli listrik dari PLN jauh lebih baik, kita bisa mengolah limbah batu bara limbah kita untuk membiayai listrik dan menjadi pusat energi kita.

Dari situ, para karyawan akan merasa bahwa biaya listrik kita jauh lebih murah dan membuat PT Bukit Asam memiliki profitabilitas tertinggi. Hal ini meyakinkan mereka bahwa strategi yang dibuat bersama, itu memang dapat memberikan hasil untuk masa depan. Sekarang, kita berubah dari perusahaan batu bara menjadi perusahaan energi kelas dunia. Inilah bukti yang menyikat karyawan kami, yang membuat karyawan semakin loyal.

Nilai apa yang ditanamkan dalam menjalankan peran sebagai CEO?

Sebenarnya tidak banyak. Saya menerapkan pola keterbukaan yang membuat saya dapat memperoleh informasi dari level tertinggi sampai yang terbawah. Itu bisa dimulai dari komunikasi, yang menjaga hubungan kemanusiaa. Dimana hal itu, membuat saya tidak merasa sebagai direktur utama, membuat karyawan tidak merasa sebagai karyawan. Saya masuk ke tambang, dari subuh sampai malam. Saya juga mengobrol dengan karyawan, hanya sebatas untuk menemani mereka merokok, sehingga mereka nyaman untuk membuka kunci-kunci keberhasilan. Karena, kunci-kunci keberhasilan itu sebenarnya ada di lapangan.

Selanjutnya, saya juga berusaha menghargai orang yang memang berprestasi. Jangan segandan pelit untuk menghargai orang. Lebih baik pelit untuk memarahi orang, daripada pelit menghargai, karena itu dampaknya luar biasa. Hal ini akan membuat mereka merasa dimanusiakan, yang memicu mereka untuk melakukan hal yang lebih inovatif dan semakin terbuka dengan saya.

Perlu diingat, kalau direksi libur, itu tidak masalah, tapi kalau mereka yang dibawah mogok seminggu saja, seberapa banyak omset kita yang menghilang. Jadi, ini yang saya sampaikan, buat yang dibawah jangan segan-segan dan yang di atas, jangan nakut-nakutin, dengan catatan yang dibawah jangan kurang ajar dengan yang di atas. Sistem saling menghargai sebetulnya yang akan saling mendongkrak kinerja satu sama lain.

Sejak kapan Anda menjadi CEO Bukit Asam?

Saya menjadi CEO sejak 2011

Lantas, perubahan apa yang terjadi sebelum dan sesudah Anda menjadi CEO?

Pada tahun 2011 omset kami Rp7-8 triliun dan sekarang tahun 2014 sekitar Rp11-12 triliun.

Apakah sudah merasa puas dengan pencapaian yang sekarang?

Kalau sudah kejadian kita tidak boleh marah, kita harus puas, tapi untuk ke depannya kita tidak boleh puas.

Lalu, apa target Anda selanjutnya?

Target kami, 50 juta ton per tahun. Kami juga menargetkan sudah menjadi penjual listrik, menjadi produsen bio diesel dan bio solar, karena kita bukan lagi perusahaan penyedia batu bara tapi sudah menjadi perusahaan penyedia energi berbasis fosis dan renewal energi.

Kira-kira kapan target tersebut dicapai?

Kita sudah mulai sekarang, tahun 2017-2018 kita sudah punya PLTU 1500 mega watt.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)