Chesna F. Anwar, Penjaga Koridor GCG Standard Chartered


Sudah hampir delapan tahun lamanya, Chesna Fizetty Anwar menjadi penjaga koridor GGC di Standard Chartered Bank.

Ia merupakan  woman leader yang dipercaya memegang jabatan sebagai  Direktur Kepatuhan. Sebagai Direktur Kepatuhan, tugas Chesna tidak bisa dibilang mudah. Kegiatan usaha bank yang terus mengalami perubahan dan peningkatan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, globalisasi dan integrasi pasar keuangan, membuat kompleksitas kegiatannya semakin tinggi.

Kompleksitas kegiatan usaha bank yang semakin meningkat tersebut mengakibatkan tantangan dan eksposur risiko yang dihadapi juga semakin besar. Sosok yang penuh ketelitian, tanggung jawab, profesional dan punya integritas yang tinggi, tentunya sudah amat melekat dengan alumnus University of Maryland, AS ini.

Jika melihat sepak terjang kariernya, Chesna bisa dikatakan salah satu orang yang memiliki pencapaian karir yang cukup baik. Ia bisa merepresentasikan Kartini masa kini, yang sukses berprestasi terlepas dari belenggu-belenggu jender.  Sepanjang kariernya, Chesna  banyak menghabiskan waktunya di industri perbankan. Selain di Standard Chartered, ia juga pernah  bekerja di Citibank,  di mana ia dipercaya memegang beberapa posisi antara lain; Custodial Services Operations Head, Security Services Country Manager, dan terakhir sebagai Compliance Director. "Awal karier saya ketika lulus kuliah di Standard Chartered. Nah,  tahun 2010 saya kemudian kembali lagi ke sini,” ujarnya mengawali cerita.

Menariknya, tak cuma berkarir di perusahaan besar, Chesna juga pernah berkarir di lembaga negara. Di Komisi Pemberantasan Korupsi,  Dulu, dia pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Internal KPK selama 4 tahun, dari 2006 hingga 2010. Tugas utamanya ialah mengawasi dan melakukan audit kinerja dan keuangan KPK dan juga memeriksa berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai KPK. Ketika itu, ia tertarik untuk bergangung lantaran ingin memberikan kontribusinya bagi negara. “Saya suka baca, nah kutipan  John F. Kennedy yang berbunyi ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country itu terngiang-ngiang dipikiran saya. Jadi begitu ada kesempatan. Saya apply,” ujarnya.

Sama halnya dengan kebanyakan wanita karier lainnya, ia juga sempat berada dalam posisi bimbang antara menyeimbangkan karir dan keluarga. Namun beruntung ia memiliki supporting system yang sangat mendukung pengembangan karirnya hingga bisa berada di posisi saat ini.  “Kebetulan ibu dan mertua saya rumahnya tidak jauh dengan rumah saya. Seiring perkembangan zaman, sebenarnya support system wanita untuk berkarir itu lebih mudah. Karena ada sopir, ada asisten rumah tangga yang bisa membantu nyapu mengepel, berbeda dengan di luar negeri, hal seperti itu susah sekali,” ungkap dia.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa sebagai wanita karier, keseimbangan peran  memang wajib diperhatikan mengingat kodrat seorang wanita adalah sebagai ibu. Jangan sampai kemudahan-kemudahan yang ada justru membuat keseimbangan peran tidak berjalan dengan baik. “Harus tetap mecoba menyeimbangkan dua hal tersebut (karir dan keluarga). Saya sendiri ini suka masak, dan suka  ke pasar tradisional sendiri untuk berbelanjadi pagi hari. ”

Beruntung, perusahaan tempat ia bekerja merupakan salah satu perusahaan yang sangat memperhatikan kebutuhan wanita. Banyak terobosan dilakukan seperti kebijakan cuti hamil 5 bulan bagi para pekerja wanitanya dan juga memfasilitasi daycare gratis bagi para pegawainya di kantor ketika ramadhan tiba.

Di Standard Chartered, ia membawahi sekitar 26 orang yang mayoritas berjender perempuan. Dalam memimpin ia punya gaya kepemimpinan keibuan. “Seorang ibu itu orang yang paling optimis terhadap anak-anaknya,” ujarnya.

Ia percaya bahwa prestasi yang diraihnya, juga merupakan keberhasilan seluruh tim, yang merupakan ‘keluarga’nya. Hubungan yang ia bangun dengan timnya, ia desain tak cuma sebatas hubungan atasan dan bawahan namun lebih ke hal yang personal. Ia bahkan belakangan waktu  ini  gemar membawa masakan dari rumah ke kantor untuk dibagikan kepada tim-nya. “Apresiasi itu bentuknya banyak, ini salah satu apresiasi saya kepada tim. Sebagai atasan, ia juga mengaplikasikan gaya komunikasi yang terbuka.  Ia merupakan pribadi yang mau mendengar masukan maupun keluhan. “Apapun kalau ada masalah you talk to me.”

Meskipun kini sudah berusia tidak muda lagi,  Chesna nyatanya merupakan orang yang benar-benar menjaga kesehatan dan memiliki gaya hidup sehat. Wajah awet mudanya menjadi bukti jelas bahwa ia tipe orang yang menajaga kebugaran. "Saya suka olahraga hiking," jelasnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!