Hafiza Elvira Nofitariani, Ingin Jadikan Baznas sebagai Digital Fundraising Zakat Terbaik di Dunia

Hafiza Elvira Nofitariani, Plt. Kepala Divisi Digital Fundraising Baznas.
Hafiza Elvira Nofitariani, Plt. Kepala Divisi Digital Fundraising Baznas.

Di era digital saat ini, masyarakat sudah mulai memahami teknologi digital. Salah satunya, modernisasi alat pembayaran yang semakin berkembang. Hal ini diikuti fleksibilitas dan kemudahan layanan melalui online. Pandemi Covid-19 yang mulai merebak di awal 2020 membuat banyak orang bekerja di rumah. Ini menjadi peluang bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) karena masyarakat semakin didorong untuk menggunakan teknologi digital. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan permintaan belanja dan transaksi online.

Baznas juga melihat hal ini sebagai sebuah cara untuk mengembangkan layanan zakat digital yang lebih masif lagi dan tentunya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan zakat yang lebih transparan. “Untuk itu, saya mempunyai visi dan inovasi untuk menjadikan Baznas sebagai unit digital fundraising zakat terbaik di dunia,” ujar Hafiza Elvira Nofitariani, Plt. Kepala Divisi Digital Fundraising Baznas.

Untuk mencapai hal ini, ada beberapa milestone yang dicapai Baznas dalam lima tahun terakhir. Dimulai dari tahap inisiasi digital yang dibentuk pada 2016, partnership di 2017, tahap pengembangan di 2018, tahap pertumbuhan di 2019, dan tahap inovasi di 2020. Berbagai inovasi dirangkum dalam multiplatform zakat digital Baznas. Di dalamnya ada enam macam platform yang saling bersinergi.

Pertama, Baznas platform, layanan pembayaran zakat digital melalui website Baznas. Kedua, non-commercial platform, layanan pembayaran zakat digital melalui berbagai platform crowdfunding.

Ketiga, commercial platform, layanan pembayaran zakat digital melalui e-commerce dan aplikasi (hingga lebih dari 70 mitra digital). Baznas telah bermitra dengan tujuh e-commerce terbesar di Indonesia, yaitu Tokopedia Salam, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, JD.ID, dan Elevania. 

Keempat, innovative platform, layanan pembayaran zakat digital melalui berbagai platform inovatif, aplikasi pembayaran digital, dan teknologi QRIS. Baznas bermitra dengan Ovo, Linkaja Syariah, Gopay, Dana, dan Shopeepay.

      Kelima, AI Platform. Di era augmented reality, Baznas mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Jika masyarakat men-scan logo Baznas di aplikasi, akan muncul berbagai menu pembayaran, termasuk edukasi zakat, dan bisa langsung menunaikan zakat.

      Keenam, social media platform. Riset Pusat Strategis Baznas di 2019 menunjukkan, donatur memiih menggunakan media sosial, dan media sosial dipakai untuk memengaruhi mereka dalam membayar zakat.

Bicara tentang kepemimpinan, menurut Hafiza, kepemimpinan bisa dikembangkan dengan berbagai cara. Mulai dari dirinya sendiri, lingkungan sekitar, baik itu keluarga maupun mentor, di komunitas yang ikut ia kembangkan, serta di dalam ranah pekerjaan, mulai dari management trainee hingga sekarang mendapatkan sertifikasi manajer pengumpulan. Lulusan Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (2007-2011) ini menambahkan, “Di lingkup organisasi, saya juga ikut mendirikan World Zakat Forum Youth Symposium.”

Berbagai strategi yang dilakukan Hafiza juga didukung timnya, yaitu tim digital Baznas yang disebut Digital Fundraiser. “Di divisi kami, ada tujuh orang termasuk saya, anak-anak muda semuanya, bahkan ada Gen Z. Mereka banyak memberikan ide serta inovasi, dan tugas saya adalah bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan keterampilan,” kata Supervisor Kemitraaan Internasional Dompet Dhuafa 2015-2016 ini.

Pihaknya pun menawarkan kepada mereka untuk mengikuti berbagai program pengembangan, baik di internal Baznas maupun eksternal, termasuk mendorong tim untuk mengembangkan leadership skill-nya dengan mengerjakan berbagai proyek, baik secara individu maupun dalam tim. “Kami juga terus mengembangkan networking dengan berbagai mitra. Saat ini, kami ada 70 mitra digital yang kami rawat hubungannya dengan baik,” ungkap Hafiza yang saat awal bergabung dengan Baznas didapuk sebagai Manajer Pengembangan Komunitas Zakat (2016-2017).

Soal kinerja, dalam salah satu survei Alexa, Baznas menjadi lembaga zakat yang sangat diminati dari seluruh website lembaga zakat yang ada. Di Google Trend, dalam lima tahun terakhir Baznas mampu menduduki peringkat pertama dalam pencarian kata terbanyak di Google. Dari segi pengumpulan, dalam lima tahun terakhir digital fundarising mengalami peningkatan yang sangat signifikan atau hampir 1/4 pengumpulan Baznas berasal dari kanal digital. “Di 2020 pertumbuhannya 23,4% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 14%. Ini sebuah prestasi bagi kami,” ujar peraih penghargaan dalam Changing Faces Women’s Leadership Program, East-West Center, Hawaii, Amerika Serikat (2015) ini.

Tahun 2020, Baznas mendapatkan amanah meraih target Rp 70 miliar, dan bisa mencapai Rp 90,2 miliar dengan biaya operasional yang sangat minim, yakni Rp 1,63 miliar atau 1,81%. Dari sisi eksternal, Baznas mendapat berbagai penghargaan, antara lain Indonesia Fundraising Awards 2020 sebagai Fundraising Digital Terbaik dan Top Digital Awards 2020 sebagai Top Digital Implementation on Social Institution Sector. (*)

Dede Suryadi dan Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)