Muthia Rizka Neldy: Kuncinya, Komunikasi Lintas Tim

Muthia Rizka Neldy, Manajer Anggaran dan Kinerja di subholding Refining and Petrochemical, Direktorat Optimasi Feedstock dan Produk PT Pertamina.
Muthia Rizka Neldy, Manajer Anggaran dan Kinerja di subholding Refining and Petrochemical, Direktorat Optimasi Feedstock dan Produk PT Pertamina.

Meniti karier di bidang spesifik memberikan pengalaman berharga bagi Muthia Rizka Neldy (35 tahun). Lulusan S-1 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung ini ditempatkan di bagian rantai pasok minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero). Selama lebih dari sepuluh tahun, ia bergelut dengan berbagai eksposur terkait analisis pasar, perdagangan, operasi logistik, dan kinerja.

“Saya sangat menikmati pekerjaan berbasis data, analytical thinking untuk mendukung decision making seperti ini,” ungkap kelahiran Jakarta 24 September 1986 ini, senang. Baginya, dengan berpikiran terbuka, goal-oriented, bersemangat belajar, dan selalu berusaha melakukan yang terbaik di setiap penugasan, pasti akan memberikan hasil optimal.

Kini Muthia menduduki posisi Manajer Anggaran dan Kinerja di subholding Refining and Petrochemical, Direktorat Optimasi Feedstock dan Produk PT Pertamina (Persero). Ia bertanggung jawab mengelola penyusunan proses bisnis dan kinerja bisnis Direktorat Optimasi Feedstock & Produk, manajemen vendor, risk & governance.

Di jabatan sebelumnya ia  harus melaksanakan dan memastikan kelancaran pasokan minyak mentah domestik sesuai dengan perencanaan dari terminal hulu ke kilang Pertamina. Selain itu, ia pun harus melaksanakan dan memastikan kelancaran pasokan penjualan minyak mentah impor sesuai dengan perencanaan dari terminal muat di luar negeri ke kilang Pertamina.

Muthia juga bertugas melakukan analisis jangka pendek mengenai kondisi pasar minyak, menyusun prediksi harga, serta mengevaluasi formula harga. Ia pun harus melaksanakan proses pengadaan minyak mentah/kondensat, melakukan penjualan/eskpor minyak mentah/kondensat milik anak perusahaan hulu Pertamina, melaksanakan proses pengadaan LPG dan penjualan produk kilang middle distillates, serta melaksanakan kegiatan penjadwalan dan operasional suplai dan lifting LPG, NBBM, dan Petrokimia.

Dari semua tugas dan tanggung jawabnya itu, ada beberapa proyek yang mengesankan dan menjadi tonggak dalam kariernya. Antara lain, terlibat dalam proyek pemanfaatan bersama tangki hulu Jatibarang dan proforma lifting minyak mentah domestik. Proyek yang dijalankan tahun 2020 akibat dampak pandemi Covid-19 ini menghasilkan efisiensi karena bisa menekan biaya hingga 90% untuk tangki hulu dan performa lifting terjadi efisiensi biaya sampai 45%.

Joint Operation Dashboard (JOD) adalah proyek lain yang juga mengesankan Muthia. Dibangun sejak 2019, proyek digitalisasi Pertamina ini diharapkan bisa menjadi single version of truth; tetapi dalam perjalanannya tak semudah membalikkan tangan. Banyak kendala yang dihadapi, sehingga pada 2020, JOD tahap kedua ditingkatkan penggunaannya dengan fokus pada sumber data dan penambahan fitur alert. Proyek Pengembangan JOD (2020) merupakan platform penyaji data operasional, tools analytics untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi di Pertamina, baik dari distribusi primer maupun sekunder.

Berkat upaya mapping, menjalin komunikasi, melakukan monitoring, melakukan endorsement ke manajemen puncak, dan terus melakukan review dan umpan balik, proyek JOD menemukan titik terang. Hingga akhirnya, pada Juni 2020 JOD berhasil diluncurkan dan saat ini sudah digunakan sebagai single source of truth data operasional rantai pasok dan menjadi tools analytics pengambilan keputusan.

“Kuncinya adalah komunikasi lintas tim,” ujar Muthia tentang kiatnya. Dengan komunikasi, keraguan validitas dan liability data terhindarkan. “Karena lintas divisi dan direktorat perlu melakukan monitoring rutin agar  berjalan sesuai rencana dan terarah,” katanya tentang pengalamannya. Ia belajar dari situ.

Tidak hanya sukses menjalankan pekerjaan, Muthia juga berhasil memperoleh ganjaran penghargaan atas prestasinya. Di antaranya, Gold Award Continuous Improvement Program (CIP) Pertamina: Efisiensi Biaya Pembelian LPG dari Timur Tengah dengan Mengubah Moda Transportasi Pengiriman dari Basis CFR Menjadi Basis FOB (2015); Gold Award Continuous Improvement Program (CIP) Pertamina & Wahana Kendali Mutu Nasional: Meningkatkan Efisiensi Operasional Sambil Menjaga Keamanan Pasokan LPG Nasional (2012); dan Best Financial BTP 2019 di PT Pertamina (Persero). *

Dyah Hasto Palupi/Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)