Erajaya Terapkan Program Terintegrasi dalam Pengembangan SDM dengan Dukungan Teknologi

PT Erajaya Swasembada, Tbk bisa dibilang merupakan jaringan ritel produk elektronik terutama gawai atau ponsel terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berdiri pada 1996 ini terus bertumbuh. Bahkan makin luas jaringannya sejak IPO atau melantai di pasar bursa tahun 2011. Per Maret 2021 Erajaya memiliki 1.075 cabang di seluruh Indonesia, 88 titik distribusi, dan 62 ribu lebih partner distribusi, yang didukung 12 ribu  orang karyawan. Bahkan sudah ekspansi ke Malaysia dan Singapura.

Jimmy Perangin Angin, HR Legal & CSR Director PT Erajaya Swasembada, Tbk dalam paparannya pada webinar yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan LM FEB UI, sebagai bagian dari ajang HR Excellence Award 2021 mengatakan bahwa Erajaya selalu mengikuti perkembangan human capital saat ini, untuk bisa terus agile dan bertumbuh.

Berbicara pada sesi kedua seminar dengan sub tema: Leveraging HR Technology to Win Business Competition, Jimmy menegaskan Erajaya tidak mungkin bisa dengan cepat mendapatkan SDM yang tepat untuk cabang-cabangnya, jika tidak didukung teknologi yang tepat. “Kami mengembangkan sendiri teknologi yang mendukung human capital Erajaya, karena kami yakin, kami lebih paham kondisi human capital dan bisnis kami. Walau tentu saja kami juga didukung partner,” ujarnya.

Human capital  dan organisasi yang agile makin dibutuhkan terlebih sejak lalu Erajaya melakukan transformasi bisni. Transformasi ini dibutuhkan agar Erajaya terus tumbuh, yaitu dengan tidak hanya fokus di bisnis ponsel, tapi juga kini mulai melirik bisnis IoT (Internet of Things), financing, F&B, health & beauty dan medical.

“Ketika awal Covid-19 masuk Indonesia, kami pun merasakan penurunan, pada bulan April bisnis menurun, mal harus ditutup, padahal gerai kami banyak di sana. Namun akhir tahun kami bisnisnya bisa tumbuh 162%, karena kami cepat beradaptasi,” ungkapnya.

Menurut Jimmy,  pandemi  tentu memaksa mereka menahan diri ekspansi, walau tetap membuka gerai baru, tapi tidak sebanyak yang ditargetkan di awal. “Walau jumlah store tidak bertambah,  ternyata tidak membuat produktivitas kami menurun, di tahun 2019 ke 2020 naik hampir 90%,” jelasnya.

“Fokus utama kami adalah organisasi, people, technology. Ketika kami menjalankan ini ternyata hasilnya, produktivitas tidak menurun walaupun bisnisnya berubah. Dari sisi SDM meskipun kompotensinya berubah membuat mereka tetap belajar. Pembelajaran ini berdampak kepada bisa memenuhi kebutuhan organisasi dari internal. Dengan teknologi semua bisnis proses jadi lebih smooth, karena training dan berbagai hal terkait administratif semuanya dengan dukungan teknologi,” jelasnya sambil menyebut Erajaya menerapkan integrated development program, pembelajaran bisa muncul dari mana saja.

Karena bisnis melebar bukan saja fokus di ponsel atau gawai, tapi juga medical, health and beauty, tentu saja dari segi SDM dan organisasi pun berubah. Ada perubahan deskripsi pekerjaan, salah satunya, namun dengan dukungan teknologi  proses transformasinya lebih mudah dan lancar.  

“Di masa pandemi kami masih bisa tumbuh, selain produknya dibutuhkan, kami juga beradaptasi dengan transformasi digital dan teknologi. Demikian juga dengan human capital-nya, agar customer bisa mendapatkan yang terbaik dari Erajaya dan mendapatkan produk yang dibutuhkan dengan cepat,” jelasnya.  Jimmy menyebut, semester pertama 2021, pertumbuhan sales year on year 48%, demikian juga profitnya.

“Pandemi tidak membuat kami berhenti ekspansi toko, kami menargetkan menambah 260an di 2021. Kehadiran toko untuk memudahkan customer mendapatkan produknya, yang kelak bisa dijadikan titik ketika kami mengembangkan omni channel. Kami mengembangkan sistem Erafone Center, yang menggandeng partner, ini cara kami meningkatkan sales,” Jimmy menguraikan.

Selain itu Erajaya juga membangun kanal penjualan di ecommerce dengan menggandeng berbagai partner. “Mobile sales kami kembangkan hanya 3 jam barang sampai.  Terus mengikuti perkembangan kebutuhan customer merupakan cara kami agile, SDM pun agile, Agile merupakan budaya kami sejak lama, maka ketika pandemi bukan hal baru. Perubahan cepat sudah biasa dilakukan oleh SDM Erajaya, makanya pandemi ini kami tidak kaget,” jelas dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)