Jessica Meliala, Dua Strategi untuk Organisasi yang Lincah

Jessica Meliala, Regional Corporate University Manager Adira Finance.
Jessica Meliala, Regional Corporate University Manager Adira Finance.

Bagi Jessica Meliala, Regional Corporate University Manager Adira Finance, peran HR mutakhir adalah memberikan value (nilai) pada perusahaan, bukan hanya terkait administrasi seperti era sebelumnya, melainkan berurusan dengan hal-hal yang mendukung bisnis. Salah satunya, mengembangkan talenta dan membuat organisasi yang agile (lincah) beradaptasi.

Bagaimana mewujudkannya?

Jessica menjalankan dua strategi utama, yakni reshaping the development and operasional site, dan agile HR and digital solution.

Strategi pertama, dia menerangkan, terbagi menjadi empat. Pertama, employee experience. Menyadari talenta adalah faktor terpenting dalam perusahaan, maka mindset perlu diubah dari “karyawan bekerja untuk perusahaan”, menjadi “perusahaan mengupayakan yang terbaik untuk karyawan”. Caranya?

Prioritaskan kenyamanan karyawan. “Untuk menciptakan kenyamanan, harus tercipta kultur perusahaan. Di Adira, ada prinsip yang bernama Adira Talk, dan Adira Happiness, yaitu program yang membuat karyawan nyaman,” ungkapnya. Hasil yang diharapkan adalah retention, commitment, quality of work, empathy, dan anti fragile personality.

Kedua, people analytics. Di masa depan, HR harus menjadi employee scientist. Artinya, menganalisis organisasi yang tepat untuk perkembangan bisnis. Di Adira Finance, Jessica mengembangkan sistem TI untuk mengolah data, mulai dari sistem absensi, perhitungan kinerja, sampai rekrutmen melalui online.

Ketiga, learning freedom. Memberikan karyawan kebebasan belajar dengan cara yang mereka sukai tapi tetap bisa digunakan untuk pengembangan karier. “Development training ini contohnya gamification, video learning, e-learning. Adira sudah punya sistem, namanya DigiLearn, yaitu platform di mana karyawan bisa mengakses materi pembelajaran,” Jessica menjelaskan.

Keempat, mengingat perkembangan teknologi, perbedaan generasi, dan proyek transformasi perusahaan yang berkembang cepat, diterapkan model Gig Workers. Setelah satu kontrak selesai, pekerja akan berpindah ke tugas lain. “Gig workers bisa menghemat biaya. Selain itu, gig workers juga bisa memberikan kontribusi ide karena sebagian besar dari mereka adalah milenial,” katanya.

Selanjutnya, pada strategi kedua, ada empat value untuk menjadi HR yang agile, yaitu individual and interaction, working product, customer collaboration, dan responding to change. “Agile adalah responding to change. Kalau HR sudah memiliki sikap agile, sistem akan berubah. Nah, go digital diperlukan karena dunia sudah berubah,” kata Jessica tandas.

Dia menekankan pentingnya solusi dengan digital karena akan membawa outcome terkait demografi karyawan, pay and benefit, engagement karyawan, performance, dan applicant tracking system. Ada tiga cara yang dilakukannya dalam penerapan digital: melakukan perubahan di tingkat manajemen, membentuk tim dengan kemampuan digital yang seimbang, dan menyosialisasikan setiap perubahan sekecil apa pun.

Setelah dua tahun mengemban posisi manajer, Jessica memiliki harapan bisa terus mengembangkan kariernya tiga tahun ke depan, minimal menjadi manajer senior. “Selain itu, saya ingin bisa lebih memahami bisnis perusahaan dan memberikan alternatif solusi yang out of the box dari aturan-aturan yang ada,” ujar lulusan Institut Pertanian Bogor ini.(*)

Yosa Maulana & Andi Hana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)