Nur Effendi, PT Indonesia Power: Mendorong Pelaksanaan HC Excellence Integrated System

Nur Effendi, Manager of Change Management & Corporate Culture PT Indonesia Power
Nur Effendi, Manager of Change Management & Corporate Culture PT Indonesia Power

Sembilan tahun berkecimpung di bidang human capital management (HCM) di PT Indonesia Power (IP) membuat Nur Effendi benar-benar paham dengan sistem pengelolaan SDM pada anak perusahaan PLN ini. Seperti diketahui, IP menjalankan usaha komersial di bidang pembangkit tenaga listrik.

Ketika mendapat amanah sebagai Manajer Manajemen Perubahan dan Budaya Perusahaan IP, Nur langsung bergerak cepat. Dalam penjurian Indonesia Future HR Leader 2020, ia mempresentasikan program kerjanya yang telah diterapkan di IP, bertajuk Human Capital Excellence Integrated System (HCEIS).

Menurut Nur, ada empat alasan yang melatarbelakangi kehadiran HCEIS. Pertama, strategic issues yang terkait dengan bisnis IP yang memiliki 21 pembangkit listrik dengan total kapasitas 14.903 megawatt. “Ini menjadi backbone kelistrikan di Jawa dan salah satu isu yang muncul tentang reability pembangkit, yaitu perlunya analisis mengenai reability yang real-time dan terpusat,” kata lulusan S-1 Psikologi (Industri dan Organisasi) dari Univeristas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

Yang kedua, terkait dengan visi-misi IP. “Kami ingin menyelaraskan dengan visi-misi di Indonesia Power supaya lebih menyeluruh dan terintegrasi dengan anak perusahaan IP karena tahun 2019 kami masih terpisah-pisah,” katanya.

Ketiga, terkait dengan era digital 4.0 yang akan berdampak pada semua aspek bisnis, termasuk human capital (HC). Artinya, pengembangan proses dan sistem pengelolaan HC harus sesuai dengan tuntutan era digital 4.0.

Terakhir, keempat, terkait human experience. Ini tren terbaru yang lazim disebut dengan istilah H-EX (human experience). Di era 4.0, perusahaan dituntut untuk dapat mengelola karyawan secara personal dan berbasis experience. “Supaya karyawan punya kedekatan dengan perusahaan, mereka harus lebih banyak experience-nya, berbeda dengan pendekatan human capital sebelumnya,” kata Nur membandingkan.

Agar HCEIS selaras dan mendukung sasaran utama IP, ada roadmap human capital excellence (HCE) yang disebut Rocket HCE. Jadi, roadmap HCE digambarkan dalam bentuk sebuah roket untuk memudahkan mengambil filosofinya. Bagian atas roket dimaknai sebagai productivity, bagian tengahnya adalah organization development, sedangkan bagian sayap kirinya adalah expertise development dan sayap kanannya adalah leadership development.

Kemudian, bagian api roket di bawah adalah digitalization, HC analytics, dan knowledge management. Lalu, bagian paling bawahnya lagi adalah legacy HCE. “Jadi, HCEIS ini ada pada aspek digitalization, HC analytics, dan knowledge management yang berada di bagian api roket. Tiga aspek ini bertindak sebagai pendorong supaya roket bisa mencapai tujuannya, yaitu produktivitas,” Nur menjelaskan. (*)

Arie Liliyah dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)