Organizational Transformation, Strategi Pertamina Mencapai Aspirasi 2024

Pandemi Covid-19 dan era VUCA sekarang ini menjadi tantangan besar bagi Pertamina untuk tetap bertahan dan tumbuh. Namun di sisi lain, Pertamina juga memandang situasi ini sebagai momentum yang tepat untuk melakukan perubahan dari upstream sampai downstream.

Hal tersebut disampaikan oleh Isabella Hutahaean, Direktur SDM & Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga, dalam acara Webinar HR Excellence 2021 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA pada sesi pertama yang mengangkat topik Leading HR Transformation Towards Agile Organization.

Sebagai contoh dari perubahan itu, kata Isabella, pertengahan tahun 2020, Pertamina melakukan restrukturisasi dan transformasi holding dan subholding. Hal ini merupakan upaya dari HR untuk membuat organisasi yang agile. Dampaknya cukup signifikan terhadap revenue Pertamina, yang pada tahun buku 2020 mencatatkan revenue sebesar US$41,47 miliar. Laba positif juga terus terus berlanjut hingga Semester I/ 2021.

“Ini adalah kerja yang luar biasa dari para Perwira Pertamina. Dilakukan dengan kerja yang tidak biasa, ada agile transformation yang dilakukan di organisasi,” ujarnya.

Selain itu tren global yang terus bergerak, memunculkan peluang tidak hanya di oil tapi juga di chemical, electricity, gas, dan digital yang akan bertambah pada beberapa tahun mendatang, sehingga Pertamina menyesuaikan dari national oil company menjadi national energy company. “Kami tidak bisa lagi bergantung pada fossil fuel, ini saatnya bergerak maju ke renewable energy,” ucapnya.

Terkait hal itu, Pertamina telah merancang masterplan untuk mencapai aspirasi di tahun 2024, yaitu menjadi Global Energy Champion dengan US$ 100 miliar market value. Salah satu strategi di dalamnya adalah Organizational Transformation.

Isabella mengatakan, organizational transformation yang dilakukan sejak tahun lalu itu menjadikan organisasi di Pertamina mencapai setidaknya enam hal. Pertama, lebih Fokus, lean, agile, dan efisien. Kedua, Operational exellence dan meningkatkan competitiveness and best-in-class. Ketiga, Akselerasi bisnis sekarang dan yang baru. Keempat, Flexibility in partnership and financing. Kelima, Rejuvenated organizaiton, talent, culture, mindset and transparency. Keenam, Ketersediaan energi bagi negeri.

Organizational transformation itu terjadi pada pembentukan holding dan subholding. Berkat peran holding dan subholding itu, Pertamina banyak mengalami peningkatan pada organisasi, capability development, operational businesss decision, partnership & funding, career structure, dan energy sovereignty,” jelasnya.

Tidak hanya sampai di situ upaya untuk agile transformation, Isabella melanjutkan, Pertamina juga mengembangkan HC Digital transformation, Online succession planning & internal mobility, Employee self-services dashboard, dan Mobile learning.

“Pada akhirnya, kunci dari upaya transformasi tersebut adalah pada SDM atau Perwira Pertamina-nya. Bahwa selain Operational Model yang dijabarkan di atas, dibutuhkan juga culture alignment, yaitu melalui AKHLAK. Core values dari Kementerian BUMN,” ucapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)