Gerak Cepat Orias Benahi Pelindo III

Walau belum genap setahun mengemban jabatannya, Orias Petrus Moedak, Dirut PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), mampu menggalang pendanaan senilai Rp 4,5 triliun untuk membenahi 43 pelabuhan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar pelabuhan di bawah naungan Pelindo III itu tergolong pelabuhan kecil dan kondisinya memprihatinkan. “Hampir 50% kondisi pelabuhan yang dikelola Pelindo III harus di-upgrade untuk memenuhi standar minimal,” kata Orias. Karena itu, dia menggelar program revitalisasi dan optimalisasi aset. Guna mempercepat rencana ini, Orias di Juli tahun ini mengumumkan lelang pembangunan pelabuhan.

Ia memang bergerak cepat untuk segera merealisasikan pembenahan pelabuhan agar dapat menyokong pembangunan ekonomi nasional berbasis maritim. Berdasarkan perhitungannya, anggaran pembangunan akan menyedot dana sebesar Rp 100 miliar per pelabuhan. Jika ditotal, dana yang dibutuhkan Pelindo III ini sekitar Rp 4,3 triliun di 43 pelabuhan. Namun, angka sebesar itu akan lebih rendah nilainya lantaran biaya renovasi di sejumlah pelabuhan itu diestimasikan hanya menyedot dana Rp 10-20 miliar.

Lantas, dari mana sumber dananya? Orias berhasil menghimpun dana dari kredit sindikasi perbankan. “Kami menandatangani perjanjian kredit dengan BNI, BRI dan Bank Mandiri. Untuk tahap pertama, kami sudah menarik Rp 1 triliun untuk mendanai renovasi pelabuhan,” ia menjelaskan. Dia menyebutkan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Pelindo III mencapai Rp 3 triliun, sehingga perbankan menilai kemampuan perusahaannya sangat mumpuni dalam mengembalikan pinjaman. Orias meyakini, pembangunan pelabuhan akan menciptakan efek domino terhadap perekonomian lokal. “Jadi multiplier effect-nya tiga sampai lima kali lipat, kalau kami spend dana Rp 30 miliar, dampaknya ke perekonomian daerah Rp 90-150 miliar. Rencana investasi Pelindo III yang sekitar Rp 4 triliun itu akan memutar roda perekonomian daerah yang nilainya mencapai Rp 12-20 triliun,” ujarnya optimistis.

Orias hendak mengedepankan potensi lokal dalam pembangunan pelabuhan ini. Pembangunan yang nilai proyeknya di bawah Rp 50 miliar akan dikerjakan pengusaha lokal dan bahan materialnya disuplai perusahaan setempat. Pelindo III telah menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar untuk membangun 11 terminal penumpang kapal laut, antara lain Pelabuhan Tenau di Kupang, NTT, Pelabuhan Sampit di Kal-Teng, dan Pelabuhan Bima di NTB.

Pihaknya berharap pembangunan pelabuhan akan terasa dampaknya dalam 2-3 tahun mendatang. Pembenahan pelabuhan di Labuan Bajo, misalnya, hendak diproyeksikan sebagai pelabuhan penyangga untuk persinggahan kapal pesiar yang terkoneksi ke sejumlah destinasi wisata di Ende, Kupang, Maumere, Lombok, Bali, Sumbawa, hingga Probolinggo. Sambil berjalan paralel, renovasi pelabuhan ini beriringan dengan pembenahan kualitas, kompetensi SDM dan sistem pemberian bonus. Jumlah pegawai Pelindo III sekitar 4 ribu orang. Baru-baru ini, Pelindo III menyabet penghargaan Pelayanan Prima Sektor Transportasi 2016 dari Kementerian Perhubungan.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)