Heri Supriadi, Mengawal Pertumbuhan Dua Digit Telkomsel

Telkomsel mencetak pertumbuhan dua digit selama tiga tahun terakhir. CFO Telkomsel, Heri Supriadi, berbagi rahasia sukses anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk itu. Targetnya adalah terus meningkatkan kontribusi perseroan ke induk perusahaan. “Fokus dari tahun 2012 hingga 2015 adalah meningkatkan value enterprise, tumbuh sekitar 30% menjadi Rp 330 triliun. Kontribusi digital sekitar 33% . Dari sini, kami ingin revenue tumbuh sekitar 33% selama 3 tahun,” katanya.

Menurut dia, dirinya fokus kepada keputusan bisnis dan keahlian keuangan khusus. Dia membuat transaksi automasi dan mengurangi intervensi sistem manual. Kemudian mengatur efektivitas dan menguatkan kontrol internal. Prinsip yang terus dia pegang teguh adalah transparansi keuangan. Perseroan terus membenahi sistem, investasi di sumber daya manusia, peningkatkan sisi teknologi, dan meningkatkan efisiensi biaya.

“Kami melakukan finance academy di akhir 2015. Kami membutuhkan orang-orang yang kompeten untuk meningkatkan kinerja Telkomsel. Kami mendevelop program selama 3 tahun baik hardskill dan softskill. Karyawan mendapat pelatihan,” ujar dia.

heri supriadi telkomsel CFO Telkomsel, Heri Supriadi

Materi pelatihan mulai dari business acument, decision making, leadership, dan lainnya. Ada juga sertifikati investor relaton, business skin, dan lainnya. Pematerinya adalah pakar keuangan dari dalam dan luar negeri. Perseroan juga mengirim beberapa orang untuk belajar tentang keuangan di luar negeri.

“Saya harus memastikan secara operasional berjalan baik sehingga menjadi value added. Saya tempatkan sistem yang mendukung, SDM yang kompeten, kemudian aktivitas diprioritaskan untuk value added seperti investment support, enabler support, dan performance management,” katanya.

Heri menjelaskan bisnis telekomunikasi di Indonesia masih sangat menguntungkan. Itu terlihat dari konsumsi data perkapita di Tanah Air yang baru sekitar 800MB percustomer setiap bulan. Di negara maju, rata-rata sudah 10 GB. Dengan digital yang semakin besar, kebutuhan penggunaan data akan semakin tinggi.

“Demand data akan steady 3-4 tahun ke depan. Kami optimistis bisa support proses sampai manage aspek marketing. Perusahaan masih bisa tumbuh cukup bagus,” katanya.

Saat ini, Telkomsel fokus di 3G-4G. Kinerja mereka ditopang oleh penggunaan data yakni 60%. Pangsa pasar pendapatan mobile 60% dengan penggunaan data sebesar 25%. Pada tahun 2020, mereka menargetkan pangsa pasar pendapatan mobile naik menjadi 70% dengan penggunaan data menjadi 52%.

“Tahun ini, target pasar tumbuh 9-10% dan menyiapkan 5G. Saat ini, kontribusi digital 34%, target kami di tahun 2020 naik menjadi 62%. Untuk teknologi 5G belum mature dan baru ada standardisasi di 2020. Akan banyak dari sisi network dan transmisi yang harus ditingkatkan,” ujar dia. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)