Jimmy Kadir, CFO Moratelindo: Memuluskan Penerbitan Obligasi dan Efisiensi

Jimmy Kadir, CFO Moratelindo
Jimmy Kadir, CFO Moratelindo

PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), penyedia infrastruktur telekomunikasi, berhasil menggalang dana senilai Rp 1 triliun dari Obligasi 1 Moratelindo Tahun 2017 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Desember tahun lalu. Sekitar 90% dana dari hasil penerbitan obligasi ini digunakan untuk kebutuhan investasi dan 10% untuk modal kerja. Dana segar dari obligasi ini memperkuat arus kas dan permodalan Moratelindo yang, antara lain, digunakan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi, seperti Java Submarine, International 3rd route, Sumatra Submarine, Fiber to The Home (ftth), dan Fiber to The Building (fttb). Kesuksesan penerbitan surat utang ini tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Jimmy Kadir yang menjabat CFO Moratelindo sejak April 2016.

Jimmy berani mengambil langkah taktis untuk memuluskan beragam program pengembangan bisnis perseroan. “Waktu itu, kami kurang berani untuk mengambil langkah mencari pinjaman dari bank. Nah, sekarang kami berani mengambil obligasi. Menurut saya, penerbitan obligasi itu membuat Moratelindo menjadi semakin besar,” tuturnya. Bagi Jimmy, seorang CFO harus berani mengambil risiko berinvestasi yang berbasis analisis untuk memitigasi risiko. “Prinsip saya di Moratelindo adalah berani mengambil keputusan berinvestasi yang harus diiringi menganalisis risiko yang dihadapinya,” ia menjelaskan.

Ia pun mendapat mandat dari CEO Moratelindo, Galumbang Menak, untuk mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi strategis nasional, yakni proyek Palapa Ring. Menurut Jimmy, pengerjaan proyek Palapa Ring Paket Barat oleh Moratelindo sudah rampung. Adapun pembangunan Palapa Ring Paket Timur mencapai 80%. “Rencananya Januari tahun depan sudah selesai,” katanya. Ia mengestimasikan proyek Palapa Ring berkontribusi besar terhadap proyeksi pendapatan total Moratelindo di 2018 yang ditargetkan Rp 5,8 triliun.

Saat ini, porsi pinjaman bank mendominasi pinjaman Moratelindo. Sumber pembiayaan proyek Palapa Ring Paket Barat, misalnya, diperoleh Moratelindo dari pinjaman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp 876 miliar. Ke depan, Jimmy berancang-ancang menggalang pendanaan di London Stock Exchange, Inggris, dengan menerbitkan sukuk di tahun 2019 yang membidik investor domestik luar negeri. “Kemudian kami akan melakukan IPO (initial public offering) di Bursa Efek Indonesia jika pengerjaan Palapa Ring sudah selesai,” ungkapnya. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)