M. Yana Aditya, Direktur Keuangan RNI: Impelementasikan 3R, Keuangan RNI Kembali Biru

M. Yana Aditya, Direktur Keuangan RNI

Mochammad Yana Aditya, Direktur Keuangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/RNI, mengimplementasikan strategi refinancing, restrukturisasi, dan revaluasi untuk memulihkan keuangan perusahaan. “Saya dan tim keuangan RNI menyebutnya 3R,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini. Pada 2015 dia mulai menjabat sebagai Dirkeu RNI. Sejak itu, dia mencoba mendongkrak keuangan perusahaan yang kala itu dibekap kerugian sebesar Rp 330 miliar. Untuk itu, langkah strategis yang dilakukannya terkait refinancing adalah menggalang pendanaan dari pasar modal dengan menerbitkan surat utang jangka menengah alias Medium Term Notes (MTN).

“RNI berhasil melakukan penggalangan dana ke pasar modal dengan menerbitkan MTN dan menurunkan beban bunga karena kupon MTN berkisar 8,25-10%, lebih rendah daripada bunga pinjaman bank yang di atas kupon MTN itu. Dana segar dari MTN itu untuk membiayai modal kerja, penambahan kapasitas pabrik farmasi, serta ekspansi di sektor industri alat kesehatan. Selain itu, manajemen RNI turut menginisiasi anak perusahaan, yakni PT Phapros Tbk. serta PT PG Rajawali I, untuk menerbitkan MTN yang masing-masing senilai Rp 200 miliar dan Rp 500 miliar.

Strategi restrukturisasi yang ditempuh Adit yaitu mengatasi beban utang RNI kepada pemerintah. “Saya melihat perusahaan rugi. Kalau penanganan keuangan keliru lagi, perusahaan akan terjerembab. Kami mencoba restrukturisasi utang karena memakan waktu paling lama,” ungkapnya. Cara mengatasi utang itu, antara lain, konversi utang menjadi penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 675 miliar. “Sedangkan sisanya yang terdiri dari sisa bunga Rp 1,1 triliun dan denda dijadwal ulang pelunasannya selama 20 tahun ke depan,” katanya.

Selanjutnya, Adit merevaluasi aset, antara lain aset berupa lahan. Hasil revaluasi itu berdampak terhadap peningkatan nilai aset total RNI yang di tahun 2017 naik menjadi Rp 12 triliun dari Rp 10,49 triliun di tahun 2016. Hasilnya, kinerja keuangan perseroan kembali bersinar. RNI pada 2017 membukukan laba bersih senilai Rp 353 miliar, naik 43% dari Rp 274 miliar di tahun sebelumnya. Pencapaian itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di tahun lalu sebesar Rp 5,15 triliun, lebih tinggi daripada capaian tahun sebelumnya yang senilai Rp 5 triliun. (*)

Nisrina Salma & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)