Sony Mayuvi, CFO Grup Blue Bird: Membawa Anak Usaha Blue Bird Cetak Profit

Sony Mayuvi, CFO Grup Blue Bird

Sony Mayuvi mengawali karier di Unilever (2001-09), kemudian berlanjut ke Danone Medical sebagai financial controler (2009-12), Amcor (2012-16), dan Sariwangi sebagai CFO (2016-17). Sejak Maret 2017, lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia tahun 2001 itu menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pusaka Citra Djokosoetono (Grup Blue Bird). Sony melakukan program transformasi dan mengonsolidasikan organisasi induk usaha yang membawahkan anak perusahaan yang terbagi menjadi enam divisi bisnis, yaitu transportasi taksi, sewa mobil dan bus; logistik; properti; perdagangan; teknologi informasi (TI); serta manufaktur.

“Holding organization dibentuk dalam rangka transformasi itu. Untuk passenger company memang sudah establish, seperti PT Blue Bird Tbk., tapi anak usaha lainnya belum ada yang mengayomi atau heading, terutama untuk finance function-nya. Jadi, saya masuk ke Grup Blue Bird di Maret 2017, satu bulan setelah itu saya scanning seluruhnya. Setelah tiga bulan kemudian, membentuk holding organization,” kata peraih gelar Master dari Prasetya Mulya Business School ini.

Pada Juni 2017 Sony memulai program yang disebutnya “The Holding Journey”. Contoh keberhasilannya adalah memulihkan bisnis salah satu anak usaha yang merugi. Dia melakukan program restrukturisasi sehingga anak usaha ini berhasil mencetak profit dalam tempo setahun. “Saya merancang strategi transformasi, sehingga company itu yang empat tahun sebelumnya lost, kemudian sudah bisa profit di tahun 2017,” ujar Sony mengklaim.

Hasilnya, beberapa anak usaha mencetak laba dan membentuk sistem organisasi yang tidak menyedot biaya operasional. “Caranya, kami hanya merekrut pegawai internal yang skill-nya dikembangkan, kemudian kami melakukan accelerate growth, misalnya ada salah satu company yang bisnisnya sudah lama tidak tumbuh, kemudian kami mempercepat dan menjadi katalis agar tim operasionalnya bisa mempercepat proses eksekusi, sehingga dapat memberikan hasil. Misalnya, pertumbuhan bisnis yang tadinya hanya 2%, sekarang sudah bisa tumbuh double digit,” Sony menuturkan. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)