Mantan Bos PGAS Menakhodai Semen Indonesia

Hendi Prio Santoso mememgang tongkat komando PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), menggantikan Rizkan Chandra yang wafat pada 15 Juli 2017.. Mantan bos PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) itu didapuk sebagai Direktur Utama SMGR pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Jum'at (15/9/2017). RUPSLB yang dipimpin Sutiyoso, Komisaris Utama SMGR, menyetujui pengangkatan Hendi memimpin SMGR sampai tahun 2022.

Sebelum ke SMGR, Hendi menakhodai PGAS selama dua periode dan mencetak prestasi lantaran kinerja bisnis perusahaan ini meraih berbagai pencapaian positif. ”Harapan yang menjadi perhatian ke depan, kami dituntut profesionalisme untuk beri value terbaik bagi pemegang saham dan stake holder sesuai arahan pemerintah,” ucap Direktur Pemasaran & Supply Chain SMGR, Ahyanizzaman usai usai RUPSLB SMGR. Dengan komposisi tim profesional saat ini, menurutnya, ditargetkan menjadi teamwork yang profesional dan membawa SMGR jauh lebih baik ke depannya.

Hendi Prio Santoso ditunjuk sebagai Direktur Utama SMGR. (Foto : Istimewa).

Direktur SDM dan Hukum SMGR, Agung Yunanto ,menyampaikan, bahwa pengangkatan Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama pada induk usaha perusahaan semen pelat merah itu merupakan wewenang pemegang saham pengendali, dalam hal ini Kementerian BUMN. “Hanya saja dalam Kementerian BUMN telah ada talent pools yang merupakan kumpulan dari direksi-direksi BUMN terbaik,” imbuh Agung. Kementerian BUMN ingin manajemen baru yang terbentuk tetap mempertahankan dan meningkatkan profesional, dan tetap menjadi perusahaan yang menguntungkan.“Tentunya dengan memperhatikan aspek Sumber Daya Manusia, alam, lingkungan dan planet,” ujar dia. Adapun, Hendi adalah lulusan BBA Keuangan dan Ekonomi Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat. Dia lahir di Jakarta, 5 Februari 1967. Selain mengangkat Hendi, RUPSLB SMGR ini juga  menyetujui penetapan saham seri A Dwiwarna Republik Indonesai dan standardisasi anggaran dasar BUMMN terbuka dan ratifikasi Menteri BUMN yang wajib dikukuhkan oleh BUMN terbuka.

Lebih lanjut, Ahyanizzaman menyebutkan perseroan sedang memproses finalisasi akusisi perusahaan semen asal Bangladesh. Akuisisi perusahaan tersebut diproyeksikan tuntas akhir tahun ini. “Kita sedang mempersiapkan beberapa hal, nilai akusisinya belum bisa kami sebutkan,” ujar Ahyanizzaman. Nantinya, SMGR akan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut. Perusahaan asal Bangladesh tersebut merupakan perusahaan pengolah semen yang mendistribusikan produknya di Bangladesh. Kapasitas pengolahan semen di perusahaan tersebut di bawah 2 juta ton per tahun.Ahyanizzaman berharap perseroan bisa melakukan diversifikasi bisnis di masa mendatang.

Penjualan semen SMGR per Agustus 2017 sebanyak 16,88 juta ton, meningkat 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 16,23 juta ton. Sementara total penjualan semen perseroan tumbuh 9% atau sebesar 19,96 juta ton dibanding periode sama tahun lalu 18,3 juta ton. Hingga Agustus tahun ini, volume penjualan ekspor perseroan mencapai 1,25 juta ton atau melonjak 249,5% dibanding Agustus tahun lalu 360.417 ton. Tujuan ekspor di antaranya ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Sri Lanka, Kuwait serta Australia.Menurut Ketua Aosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso, tahun ini penjualan semen dalam negeri dari ekspor diperkirakan mencapai 68 juta ton. Kapasitas produksi domestik diperkirakan mencapai 100 juta ton sehingga terdapat kelebihan pasokan semen dalan negeri sekitar 30 juta ton atau 30% dari kapasitas nasional.Dalam kondisi kompetisi domestik sangat ketat, SMGR masih mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam negeri sebesar 41,1%. (*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)