Melissa Siska Juminto, 3 DNA untuk Mendorong Tokopedia

Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia.
Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia.

Dua tahun pandemi, diakui Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia, adalah peluang dan tantangan yang harus ditaklukkan perusahaannya. Mereka menyadari, banyak UMKM yang merasakan dampak negatif pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, mereka juga menyaksikan banyak UMKM yang mengalihkan bisnisnya secara online memanfaatkan platform e-marketplace.

Menjawab tantangan tersebut, Tokopedia meluncurkan berbagai inisiatif guna mendukung UMKM lokal. Salah satunya, inisiatif #JagaEkonomiIndonesia bekerjasama dengan pemerintah. Mereka juga menggandeng penyelenggara acara untuk menggelar event yang biasanya offline menjadi online, seperti Big Bad Wolf, Market Museum, dan Jakcloth.

“Sebagai salah satu pemimpin di Tokopedia, fokus saya hanyalah bagaimana membantu lebih banyak pengusaha di Indonesia mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bagaimana memberikan akses produk yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia di mana pun berada,” kata Melissa.

Selain menjawab tantangan eksternal, Melissa beserta jajaran manajemen Tokopedia berupaya mengatasi isu berat di lingkup internal: kesehatan dan keselamatan karyawan. Perusahaan ini memiliki lebih dari 6.000 Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) yang 100% bekerja dari rumah (work from home). “Kebijakan ini kami terapkan sejak awal pandemi, guna mendukung kesehatan dan keselamatan setiap Nakama,” katanya. Nakama adalah istilah yang diambil dari bahasa Jepang, bermakna “teman” atau “keluarga”.

Untuk menjaga kesehatan serta kesejahteraan karyawan, Tokopedia menyediakan sejumlah platform, antara lain Nakama Wellbeing. Karyawan dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk membantu meningkatkan motivasi, serta menjaga kesehatan (fisik dan mental).

Ada juga program Work Fun Home yang berupaya membuat karyawan memiliki pengalaman bekerja dari rumah yang menyenangkan dan produktif. Di sini, serangkaian kegiatan virtual diadakan secara rutin, di antaranya Nakama Got Talent, Nakama Cerdas Cermat, Positive Talks, dan Nakama eSport Competition.

        “Dengan inisiatif ini, kami berharap Nakama dapat memiliki pengalaman bekerja dari rumah yang lebih menyenangkan dan produktif dengan memprioritaskan kesehatannya masing-masing. Karena, Tokopedia percaya kesuksesan strategi selalu dimulai dengan orangnya (the people) dan hasil bisnis selalu merupakan hasil dari tim di dalamnya,” Melissa menegaskan.

Melissa memulai kariernya di Tokopedia pada Oktober 2012 untuk mengurusi akuntansi dan keuangan. Performanya yang baik membuat kariernya menanjak hingga menjadi COO pada 2018.

“Sebagai COO, saya bertanggung jawab atas keseluruhan operasional perusahaan yang meliputi operasional kantor, mengelola pertumbuhan bisnis perusahaan, hingga menjadi partner CEO dalam merumuskan arah bisnis dan kebijakan yang mengikutinya,” kata karyawan Tokopedia ke-44 ini.

Sebelum bergabung ke Tokopedia, wanita murah senyum ini sempat mendirikan perusahaan rintisan di bidang fashion, tetapi tak berhasil. Namun, kegagalan menjadi entrepreneur tak menghalanginya mengukir prestasi sebagai eksekutif jempolan. Itu semua tentunya bersandar pada prinsip kepemimpinan yang dipegangnya.

“Tokopedia percaya kesuksesan strategi selalu dimulai dengan orangnya (the people) dan hasil bisnis selalu merupakan hasil dari tim di dalamnya.”

Melissa Siska Juminto

Dalam menjalankan perannya sebagai COO, perempuan 34 tahun yang juga ibu tiga anak ini adalah tipikal pemimpin yang, jika kita menggunakan kacamata sang pemikir tentang leadership, John C. Maxwell, percaya pada “hukum keteladanan” dan “hukum pertumbuhan eksplosif”. Sejak masuk ke Tokopedia, Melissa belajar bahwa kepemimpinan itu harus dijalankan dengan aksi serta keteladanan. Begitu pula, “Seorang pemimpin harus mau melayani dan memfasilitasi anggota tim untuk berkembang, bahkan menjadi lebih baik daripada dirinya sendiri dan dapat melahirkan pemimpin baru.”

Untuk hukum pertumbuhan eksplosif, Melissa mencontohkan dirinya. Saat CEO Tokopedia William Tanuwijaya mempromosikannya mengepalai divisi Bisnis & Marketing, dirinya bukan orang yang berlatar belakang bisnis dan pemasaran.

“Beliau dengan sengaja memilih saya, seorang akuntan. Dengan pengalaman sebagai akuntan, saya dipercaya dapat membangun tim marketing yang solid dengan mengedepankan analisis keuangan perusahaan dalam perencanaan strategi pertumbuhan bisnis,” kata alumni University of Washington ini. Praktik ini menjadi kultur di Tokopedia. Mereka percaya pengembangan kualitas SDM hanya bisa dilakukan dengan cara memberikan kepercayaan dan kesempatan.

Berangkat dari pengalaman serta kepercayaannya pada hukum di atas, Melissa ⸺juga manajemen Tokopedia⸺ mendorong Nakama untuk terus berinovasi, terutama di masa pandemi yang extraordinary (luar biasa). Dalam konteks ini, ada tiga DNA yang terus diinjeksi Melissa dan petinggi Tokopedia kepada Nakama.

DNA pertama, focus on consumer: setiap inovasi harus menjadi jawaban atas masalah. Kedua, growth mindset: keinginan untuk learn, unlearn, dan relearn sebagai kunci perbaikan. Ketiga, make it happen, make it better: mengeksekusi ide-ide baik dan mengambil satu langkah mundur untuk melihat apa yang baik dan bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Sejak berdiri pada 2009, Tokopedia yang awalnya beroperasi di ruko kecil memang terus berinovasi. Jejak inovasi itu terentang panjang. Tahun 2015, misalnya, Tokopedia menjadi salah satu pelopor instant delivery. Lalu, masuk ke bisnis produk digital dan teknologi finansial pada 2016, serta meluncurkan Tokopedia Salam dan Tokopedia Play (2019), juga Tokopedia Jasa (2020).

Saat pandemi, inovasi itu kian menjadi. Tokopedia merilis Hyperlocal, inisiatif mendukung UMKM di daerah lewat teknologi geo-tagging sehingga mendekatkan dengan pembeli di domisili mereka. Inisiatif Hyperlocal ini lalu turun menjadi sejumlah program seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP), Sekolah Kilat Seller, dan Tokopedia NOW!

Upaya-upaya ini membuahkan hasil. Selama pandemi, kepercayaan kepada Tokopedia terus melesat. Per Desember 2020, ada 9,9 juta penjual (yang hampir seluruhnya UMKM) terdaftar di sini. Sebelumnya, Januari 2020, baru 7,2 juta. Per Desember 2021, jumlahnya mencapai lebih dari 11 juta, dengan pengguna aktif melewati 100 juta per bulan (cnbcindonesia.com, 7 Desember 2021).

Raihan positif ini tak terlepas dari upaya Melissa membuat operasional Tokopedia berjalan excellent. Salah satunya lewat Digital Contact Center yang telah mengembangkan layanan mandiri, kecerdasan buatan, dan automasi untuk menyediakan kanal-kanal digital, seperti in-app e-mail, (live) chat, media sosial, serta pusat resolusi guna menangani permasalahan antara pembeli dan penjual.

Sebagai perempuan pemimpin, Melissa mengaku Tokopedia terus mendorong lebih banyak keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan. Agar tugas sebagai working moms berjalan baik, Tokopedia memfasilitasinya dengan sejumlah kebijakan.

Antara lain, female-friendly workplace dengan adanya nursery room & kids room di setiap lantai; female-friendly policies and governance, yakni kebijakan cuti untuk wanita dan calon orang tua, seperti cuti hamil tiga bulan, cuti keguguran 45 hari, transisi menjadi seorang ibu (waktu kerja hanya 20 jam per minggu selama dua minggu berturut-turut), cuti haid, bahkan cuti 10 hari bagi Nakama yang baru menjadi ayah (paternity leave).

Dengan kebijakan-kebijakan ini, diharapkan karyawan tumbuh menjadi aset yang andal, yang siap membawa perusahaan tumbuh lebih extraordinary lagi. Terlebih, Tokopedia sudah masuk dalam GoTo yang juga sudah go public. Tentunya, publik berharap perusahaan ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi. (*)

Teguh S. Pambudi dan Vina Anggita

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)