Pemasaran yang Efektif Lisbet Go

Lisbet Go, Manajer Financial Planning & Management Reporting PT HM Sampoerna Tbk., adalah inisiator program budgeting allocating meter, kampanye pemasaran yang tidak menguras biaya operasional, tetapi efektif menjangkau target konsumen. Lisbet mempertimbangkan tiga faktor sebelum menjalankan program itu di suatu wilayah. Pertama, pangsa pasar dan kondisi perekonomian. Kedua, ketersediaan infrastruktur pendukung. Lalu yang ketiga, pertumbuhan penjualan rokok HM Sampoerna.

Lisbet Go Lisbet Go, Manajer Financial Planning & Management Reporting PT HM Sampoerna Tbk.

Lisbet mencontohkan potensi penjualan rokok HM Sampoerna di Kabupaten Jember. Volume penjualan rokok di Jember setara dengan Singapura. “Potensinya sangat besar, jadi based on budgeting allocation meter ini, rokok yang laku di Jember adalah rokok untuk segmen menengah-bawah, kami memiliki produk yang seperti itu,” tuturnya. Melalui program itu, dia bersama timnya menggenjot penjualan rokok untuk segmen menengah-bawah. “Penjualan di Jember mulai growing,” ujar peraih gelar MBA bidang bisnis internasional dari Universitas Indonesia ini. Sebelumnya, HM Sampoerna jarang melirik Jember sebagai daerah yang potensial.

Lisbet bersama anggota tim di unit kerjanya pada 2016 membuat matrik, yaitu sistem yang berfungsi untuk mengukur efektivitas suatu program pemasaran dan menghitung biaya operasional dari suatu kegiatan pemasaran. Tujuan penggunaan matrik ini, untuk menekan praktik penyelewengan dan kebocoran biaya pemasaran. Jika hasil matrik mengindikasikan penyelewengan, manajemen perusahaan akan melakukan investigasi internal.

Industri rokok menghadapi berbagai tantangan, antara lain, persaingan yang sangat kompetitif dan regulasi pemerintah yang sangat ketat mengatur pemasangan iklan rokok di ruang publik. ”Berangkat dari isu ini, kami mencoba mencari jalan keluarnya melalui 3P, yakni people, product dan promotion,” tutur wanita kelahiran Pematang Siantar pada 6 April 1984 ini.

Latar belakang pendidikan di bidang keuangan dan akuntansi cukup membantu Lisbet melaksanakan program tersebut. Pada 2007 dia merampungkan kuliah S-1 dari Trinity Western University, Vancouver, Kanada. Sempat bekerja sebagai auditor kantor akuntan publik di Vancouver selama 2007-09, dia akhirnya kembali ke Indonesia dan berkarier di HM Sampoerna.

Menurut Lisbet, perusahaannya bersiap-siap memperkenalkan produk baru yang disebutnya “next generation product”. Rokok ini mirip rokok elektronik yang tidak mengandung kimia dan efek panas. Mengutip riset Public Health London dan sejumlah penelitian di Indonesia, rokok elektronik ini aman dikonsumsi jika tidak ada efek panasnya (heat). “Maka, kami membuat produk yang serupa tetapi tanpa heat dan chemicals,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)