Andalkan Segmen Mikro, BRI Catatkan Kinerja Positif

Sepanjang periode yang berakhir di bulan Juni 2016, BRI berhasil membukukan angka-angka positif dalam laporan kinerja keuangan triwulan II tahun 2016. Jumlah aset BRI tercatat tumbuh sebesar 16,8 persen year on year (yoy) atau menjadi Rp 872,9 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis.

"Total penyaluran kredit sepanjang triwulan ini mencapai Rp 590,7 triliun atau meningkat 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan rasio kredit bermasalah/NPL terjaga di level 2,3 persen untuk NPL gross dan 0,6 persen untuk NPL nett," kata Asmawi Syam, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pemaparam Kinerja Keuangan Triwulan II Tahun 2016 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Pemaparam Kinerja Keuangan Triwulan II Tahun 2016 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dari total penyaluran kredit ke berbagai segmen bisnis, segmen mikro masih memberi kontribusi terbesar, baik dari segi pertumbuhan maupun porsi penyaluran. Pada triwulan II tahun 2016 ini, pertumbuhan kredit di segmen mikro tercatat tumbuh sebesar 22,3 persen yoy atau menjadi Rp 202,9 triliun. Sedangkan dari segi porsi penyaluran kredit, jumlah kredit yang disalurkan ke segmen mikro mencapai 34,3 persen.

“Kami fokus di UKM. Kenapa? Pertama, jika kami lihat bagaimana market di segmen ini 80 persen dari jumlah pengusaha UKM di Indonesia masih unbanked atau belum tersentuh oleh bank. Kami gencar kembangkan teras pasar serta didukung teknologi. Salah satunya melalui BRIsat,” ia menambahkan.

Kemudian, di sisi simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah yang berhasil dihimpun sepanjang triwulan ini mencapai Rp 656,1 triliun atau meningkat sebanyak 14,5 persen yoy. Adapun DPK BRI masih didominasi oleh Current Account Saving Account (CASA) yang komposisinya terus tumbuh sebesar 56,9 persen jika dibandingkan periode sebelumnya yaitu sebesar 54,1 persen. Sedangkan kinerja penghimpunan CASA tercatat meningkat sebesar 20,3 persen yoy menjadi Rp 373,2 triliun. Sebagai efek positifnya, cost of fund (CoF) BRI turun sebesar 60 bps menjadi 3,9 persen di triwulan ini.

Sementara itu, Fee Base Income (FBI) juga menunjukkan kenaikan hingga double digit. Perolehan FBI Di triwulan II tahun 2016 tercatat tumbuh sebesar 16,9 persen yoy atau mencapai Rp4,1 triliun, di mana fee yang berasal dari transaksi e-banking meningkat hingga 24,9% yoy atau menjadi Ro 979 miliar.

Kinerja positif dari kredit, simpanan/DPK dan FBI menghasilkan laba bersih  (bank saja) sebesar Rp 12,047 triliun dengan earning per share (EPS) sebesar Rp 976,7 rupiah.  Sementaram, untuk return on asset (RoA) berada di level 3,7 persen dan return on equity (RoE) di posisi 25,2 persen. Terkait likuiditas dan permodalan, tercatat sebesar 90 persen untuk rasio kredit terhadap DPK/LDR dan 22,1 persen untuk rasio kecukupan modal/CAR (capital adequacy ratio).

Untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, BRI terus mengoptimalkan seluruh lini bisnis yang dimiliki. “Kami sudah memiliki ausransi BRIngin Life. Kami beri kesempatan kepada manajemen  yang baru untuk menyusun blue print kerja dan kami akan men-support,” tuturnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)