Konsultasi Pemasaran: Private Label

Saya Saor Siahaan ingin tahu lebih banyak tentang private label. Minta tolong Pak dijelaskan tentang konsep private label, jenis-jenis private label. Apakah ada buku2 yang khusus membahas tentang private label?

Terima kasih
Saor Siahaan

Jawaban:

Halo Pak Saor Siahaan, terima kasih atas pertanyaannya yang sangat menarik. Private label atau private brand adalah nama merek yang diberikan oleh pihak toko, pengecer atau distributor yang membeli barang dari berbagai produsen. Ini berbeda dengan barang-barang yang mereknya biasa diberikan oleh pabrik pembuatnya seperti tisu merek “Paseo”, mereknya dari PT Asia Pulp and Paper (APP) selaku pembuatnya atau merek “Tessa”, nama merek ini dari sang produsennya yaitu PT Graha Kerindo Utama. Sebaliknya untuk private brand, pihak distributor membeli barang dari produsennya dalam kondisi tanpa merek, lalu pihak distributor itulah yang memberi sendiri nama mereknya. Sebagai contoh tisu merek “Giant” yang mereknya diberikan oleh supermarket Giant.

Private brand banyak dijumpai di supermarket dengan nama merek supermarket itu meski kebanyakan supermarket itu sendiri tidak membuat produknya, tidak memiliki pabriknya, tetapi cukup memesan dari produsen –baik dari produsen skala besar ataupun UKM- lalu memberi nama sesuai supermarketnya. Kalau kita jalan-jalan ke supermarket Giant, Hero atau Carrefour maka kita dapat temukan private brand supermarket ini. Misalnya camilan “Hero Save”, mi instan “Giant”, atau produk-produk yang dikemas dengan nama “Carrefour”. Alfamart juga memiliki private brand kalau kita beli snack dengan merek “Alfamart” atau air mineralnya. Private brand ini berpeluang besar bersaing sendiri dengan merek pabrikan.

Private brand ada yang utuh, artinya pihak distributor memesan produk secara utuh dari produsen lalu diberi nama merek sesuai dengan distributor. Ada juga private brand yang merupakan gabungan dari beberapa produsen. Ini biasanya dilakukan oleh pihak pengecer yang membeli dari OEM (Original Equipment Manufacturing). Sebagai contoh kita pihak toko membeli komponen elektronik seperti televisi, komputer, kipas angin, mesin cuci atau yang lain lalu dari berbagai produsen OEM, lalu kita rangkai. Setelah terbentuk barang jadi, kita beri nama merek sesuai nama toko kita. Jadilah ini private brand, tanpa konsumen tahu siapa saja produsen pembuatnya.

Kelebihan private brand adalah penghematan biaya karena memangkas marjin keuntungan dari produsen jika menggunakan nama merek si produsen. Akibatnya pihak pengecer bisa mendapat keuntungan lebih besar dan menjual dengan harga lebih murah. Tantangan bagi pengecer yang memakai private brand adalah dari segi pengawasan kualitas karena memakai berbagai sumber atau produsen, membangun nama merek distributornya, dan menawarkan harga lebih murah sebagai daya tarik. Sebaiknya kualitas private brand tidak kalah dengan merek pabrikan.

Buku yang membahas secara khusus tentang private brand agak jarang karena biasanya hanya dimasukkan dalam sub bab di buku-buku yang membahas merek. Semoga jawaban di atas memberi pencerahan tentang private brand.

Salam marketing  dari Istijanto Oei, konsultan marketing & penulis buku “Marketing For Everyone”, www.istijanto.com

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)