3 Aplikasi Kebencanaan BNPB Untuk Mudahkan Akses dan Analisis

Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam. Pasalnya, Indonesia berada di daerah ring of fire atau gunung berapi yang aktif, serta sejumlah lempeng dunia. Hal ini diingatkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB, Teguh Harjito.

Atas kondisi itu, lanjut Teguh, maka BNPB membuat beberapa aplikasi untuk mempermudah akses dan analisis terhadap bencana yang ada di Tanah Air. “Kami mengupayakan membuat aplikasi yang di dalamnya terdapat database tentanf kejadian bencana yang pernah ada di Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta.

BNPB membuat aplikasi Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Di dalamnya terdapat database tentang seluruh kejadian bencana. DIBI menyajikan data mulai dari tahun 1815. Teguh mengatakan, public bisa mengetahui lokasi dan tahun kejadian dan bisa membandingkannya dari tahun ke tahun.

“Kami mencoba menggali dari berbagai sumber, terus diperbarui dan diperbanyak, sehingga nanti database-nya akan lebih kaya lagi,” jelas Teguh.

Selain DIBI, BNPB juga memiliki aplikasi gis.bnpb.go.id yang khusus untuk menyajikan informasi tentang kejadian bencana secara spasial. Kemudian aplikasi lainnya adalah Inarisk, untuk melihat suatu jenis risiko bencana di suatu tempat seperti banjir, cuaca ekstrem, gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dan lainnya.

“Kalau sedang pergi ke suatu daerah kita bisa mengetahui apakah daerah tersebut tinggi, sedang, atau rendah dari satu jenis bahaya bencana. Inarisk khusus Covid-19 juga baru diluncurkan. Tiga aplikasi kebencanaan ini membantu dalam hal penguranan risiko bencana,” tambah Ridwan Yunus, Tim Asistensi Nasional Kajian Risiko Bencana BNPB.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)