Bos Intiland 'Bertapa' di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Hendro S. Gondokusumo, Pendiri dan Chief Executive Officer PT Intiland Development Tbk

Lebih dari lima bulan pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, dan jumlah korban pun terus meningkat. Berbagai cara dilakukan  untuk menghindari mewabahnya virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang mengancam kesehatan manusia.

Dalam acara Webinar Hidup Sehat yang digelar PT Intiland Develpiment Tbk., dengan tema,  Jantung Sehat & Covid-19 yang diselenggarakan melalui Zoom dan YouTube live streaming beberapa waktu lalu menghadirkan Hendro S. Gondokusumo (Pendiri dan CEO PT Intiland Developkent Tbk), dr. Nikolas Wanahita, MD, MHA, FACC, FSCA, ahli kardiologi dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura dan dr. Twindy Rarasati, sosok dokter dan aktris muda serta penyintas Covid-19.

Hendro menuturkan, berdasarkan hasil laporan dari Universitas Johns Hopkins, delapan dari sepuluh kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat adalah pasien berusia di atas 65 tahun. 

“Fakta ini menambah rasa takut dan khawatir. Terlebih bagi kondisi orang lanjut usia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes, dan jantung,” ujarnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 meskipun harus menghadapi risiko tinggi, pria yang akan menginjak usia 70 tahun pada 6 September mendatang ini ia menyarankan agar para warga senior tetap produktif meskipun aktivitas dan mobilitas menjadi sangat terbatas. 

Hendro mencontohkan, sebagai warga senior, dirinya sudah sangat mengurangi aktivitas di luar rumah. Seluruh kegiatan bisnis dilakukan di rumah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Pekerjaan bisnis dan organisasi seperti rapat, koordinasi, maupun pengarahan seluruhnya dilakukan secara daring.

“Jadi, wajar jika banyak warga-warga senior, seumuran saya, beramai-ramai ‘bertapa’, bersembunyi di rumah masing-masing. Tidak berani ke kantor atau pergi keluar rumah, bertemu teman atau kolega, atau lebih lagi ke fasilitas-fasilitas umum, seperti restoran atau mal,” tegasnya. 

Ia pun menyarankan untuk terus melakukan olahraga ringan setiap hari. Seperti jalan pagi setiap hari di lingkungan perumahan sangatlah dianjurkan. Mengingat saat ini sedang pandemi Covid-19, setelah berolahraga dan pulang ke rumah, cuci tangan saja tidak cukup. Tapi juga harus ganti pakaian, mandi dan keramas. “Setelah itu menahan diri untuk tidak keluar rumah. Kalau terpaksa ada urusan harus keluar rumah, sesampainya di rumah harus mandi dan keramas lagi,” katanya.

Olahraga terbukti merangsang tubuh mengeluarkan hormon endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan energi positif. “Saya selalu berusaha agar bisa olahraga jalan kaki setiap pagi di lingkungan rumah atau dengan treadmill. Kegiatan itu sudah puluhan tahun saya jalani secara rutin, tidak hanya pada saat pandemi,” tutur Hendro.

Bahkan setiap keluar rumah, Hendro pun selalu memakai masker, membawa handsanitazer dan juga tisu. Selain itu, dalam 2-3 minggu sekali ia sempatkan diri untuk chek up ke dokter. Diakui Hendro, di usia yang tidak lagi muda agar kondisi tubuh tetap sehat pola makan dan waktu tidur sekitar 6-7 jam per hari, ia perhatikan.

Hendro juga menyarankan agar masyarakat tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, kerabat, dan kolega. Komunikasi intens akan membantu kita tetap merasa dekat dengan keluarga dan sahabat. Jika diperlukan, sebaiknya jangan hanya lewat telepon, tetapi bisa tatap muka secara langsung via aplikasi teknologi. 

Tips penting berikutnya yakni harus bisa menerapkan prinsip “Rumahku, istanaku". Tetap di rumah untuk sementara waktu dan menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman saat ini. Pastikan rumah kita memenuhi kriteria rumah sehat dan mampu memenuhi kebutuhan di saat menghadapi pandemi.

Ia mencontohkan, saat ini banyak hunian rumah atau apartemen yang sudah mengadopsi konsep rumah sehat. Memiliki sirkulasi udara dan penerangan yang baik, bersih, serta memiliki ruangan yang mendukung aktivitas kerja maupun lainnya.

Menurut Hendro, prinsip-prinsip hunian sehat diterapkan dalam pembangunan proyek apartemen SQ Rés di TB Simatupang, Jakarta Selatan dan Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin - Sudirman, Jakarta Pusat. 

Kedua apartemen ini menawarkan banyak keunggulan dari sisi desain dan fasilitas yang menjadi solusi terhadap kebutuhan hunian sehat dan nyaman, serta tetap produktif.

Menurut Hendro, satu hal yang dipelajarinya selama masa pandemi adalah memperbanyak kegiatan atau hobi baru yang dilakukan sebagai bentuk adaptasi. Kuncinya, tetap berpikir positif dan selalu merasa bahagia terhadap setiap perubahan.

Covid-19, selain berdampak terhadap kesehatan juga berdampak ke sektor ekonomi, bahkan mengarah ke krisis ekonomi. Sebagai pengusaha,  lanjutnya, harus berani menghadapi dan mencari jalan keluar untuk mengatasi situasi seperti sekarang. “Saya selalu percaya dengan kata Weiji dalam istilah Mandirin yang terdiri dari dua kata, yaitu Wei (bahaya) dan Ji (peluang/kesempatan),” katanya. 

Artinya, Hendro menjelaskan, dalam setiap bahaya ada kesempatan yang cocok.  Ia mencontohkan dalam situasi seperti ini meskipun yang membeli properti berkurang, tapi peluangnya masih ada dan harus cari terobosan atau jalan keluar untuk menangkap peluang tersebut.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)