BPR KAS Terapkan Pendekatan Personal dengan Sentuhan Digital

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 PT Karya Artha Sejahtera  (BPR KAS) Indonesia telah menyiapkan SOP protokol kesehatan terkait kegiatan operasional dan bisnisnya. 

Menurut Rio Christian, Direktur Utama BPR KAS, protokol kesehatan BPR yang berlokasi di Bali ini seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, melakukan fungigasi bulanan, karyawan diwajibkan memakai masker medis, karyawan dan nasabah wajib cuci tangan sebelum masuk kantor, melakukan pengecekan suhu tubuh, melakukan social distancing dalam kegiatan operasional di lingkungan kerja, dan setiap karyawan wajib melakukan tes rapid setiap 2 minggu. 

Rio menambahkan, di tengah kondisi  pandemi dan ekonomi yang lesu ini  membuat BPR KAS melakukan banyak adaptasi dengan memanfaatkan teknologi, saat tidak semua SDM nya siap menerima kondisi terkini. 

Karena dengan teknologi sangat membantu kegiatan monitoring kerja dan koordinasi dilakukan dengan zoom. Hanya saja, diakui Rio masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, karena tidak semua SDM siap menerima kondisi seperti ini.

Diakui Rio, pola kerja di era pandemi ini juga berubah. Dari jam kerja misalnya BPR yang  membidik segmen  milenial ini mengurangi  jam operasional dari  pukul 17.00 sebelumnya, kini hanya sampai pukul 15.00.

Bahkan, karyawan marketing diterapkan bekerja WFH, namun jika ada hal penting, wajib tetap ke kantor. Kegiatan pelayanan langsung pada nasabah yang ke kantor tetap normal dengan menerapkan  protokol kesehatan, sesuai SOP.

Rio menambahkan di era adaptasi baru, BPR KAS menjalankan bisnis dan pendekatan kepada calon dengan customer sedikit berbeda. "Kami mencoba pendekatan personal dengan sentuhan dunia digital, melalui kanal youtube dan social media,” ujar Rio yang kini sudah memiliki 4,28 ribu subscriber. 

Akibat ruang yang gerak terbatas dan mengingat kondisi kegiatan ekonomi di Bali yang belum pulih, produktivitas karyawannya diakui Rio sedikit menurun. Namun hal ini membuat ia justru lebih melakukan perbaikan-perbaikan kegiatan kedalam, membereskan sistem internal, memikirkan inovasi atau kreativitas yang harus dilakukan ke depannya, dan memonitoring kondisi terkini nasabah ataupun debitur.

Ke depan BPR KAS menyadari bahwa teknologi akan mempermudah kita menjalankan usaha. “Saat ini kami sedang merancang aplikasi yang akan meningkatkan efektivitas bisnis dan layanan,” jelas Rio.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)