Cara Nicola Reza Samudra Amankan Karyawan di Tengah Pandemi

Pengusaha Nicola Reza Samudra (kanan)

Nicola Reza Samudra bersyukur perusahaannya masih dapat beroperasi secara normal di tengah pandemi Covid-19, meski bisnisnya tidak termasuk ke dalam daftar 11 bidang usaha esensial. Tidak ingin lengah, langkah pertama yang ia ambil adalah menyelamatkan karyawan di area lingkungan pabrik.

"Hal pertama yang saya lakukan ketika Corona itu adalah menyelamatkan karyawan di area lingkungan pabrik yang hampir 2.000 orang," ujar Direktur CV Eka Putra Samudra ini pada SWA Online.

Perusahaan yang berlokasi di Malang ini melakukan rapid test kepada semua karyawan. Upaya ini sebagai pencegahan agar tidak berdampak pada produktivitas perusahaan. Maklum, selama pandemi Covid-19 pabriknya masih mengerjakan pesanan untuk ekspor.

"Rapid test dilakukan secara berkala kepada karyawan sekitar 1,5 bulan sekali. Untuk karyawan biayanya ditanggung oleh perusahaan. Jadi sekarang mereka bolak-balik lab terus karena masa berlaku rapid tidak lama," terangnya.

Perusahaan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat di area lingkungan pabrik seperti menyediakan masker, face shield, sarung tangan, dsb. "Untuk vitamin awalnya kami berikan, tapi ternyata ada yang tidak cocok. Jadi mereka mengonsumsi vitamin masing-masing, ada yang jamu, madu, dsb.," tambah suami dari Momo Geisha ini.

Menurutnya, ini menjadi tugas berat perusahaan agar terus memerhatikan dan mengingatkan karyawan. Sebab, perusahaan dapat memastikan keamanan mereka di dalam pabrik mereka aman, tapi perusahaan tidak bisa mengontrol karyawan di luar area pabrik.

"Kami tidak tahu mereka pergi ke mana saja dan bertemu siapa saja. Tapi bersyukurnya mereka sadar. Bahaya jika ada yang kena satu saja, yang lainnya juga akan terkena dan dampaknya kita tidak bisa kirim barang. Saya hanya bisa menyampaikan pada mereka untuk sabar dulu, kita lihat sampai akhir tahun ini akan seperti apa," ujar dia.

Selain memerhatikan kondisi karyawan, ia juga lebih berhati-hati pada akses masuk ke dalam pabrik yang saat ini tidak semudah biasanya. Semua orang yang baru datang dari luar kota harus menunjukkan hasil rapid test, tujuannya pun harus jelas dan sangat penting.

Dari sisi bisnis, ia mengaku dapat menjaga pertumbuhan meski terjadi perlambatan. Bahkan, setelah memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pertumbuhan bisnis mulai kembali normal. Ia memprediksi, pertumbuhan terjadi karena orang diharuskan di rumah baik untuk bekerja maupun sekolah sehingga banyak permintaan furnitur baru untuk kenyamanan selama beraktivitas di rumah.

"Bersyukur kami bekerja sama dengan brand besar. Jika mereka tidak bisa survive, ya kami juga tidak bisa kirim barang. Tapi saya lihat mereka tetap berusaha untuk survive sehingga kami bisa tetap kirim barang walau porsinya tidak seperti biasanya. Jadi baik customer maupun kami perusahaan sama-sama berusaha untuk survive," tegasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)