Cara Pengusaha EO Perketat Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Aktivitas masyarakat yang saat ini mulai meningkat menimbulkan risiko penularan baru, khususnya di perkantoran. Untuk itu, setiap perusahaan perlu melindungi karyawannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tidak terpapar Covid-19 dan melahirkan kluster-kluster baru.

Namun, upaya untuk memastikan seluruh pekerja agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan memang masih menjadi tantangan. Dalam hal ini sikap tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan akan membuat pandemi Covid-19 tidak kunjung usai.

Sesuai data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) per 12 September, ada 3.194 karyawan yang berasal dari kluster perkantoran. Banyaknya ditemukan kluster perkantoran ini menjadi bukti bahwa penerapan protokol kesehatan masih lengah.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang event organizer, Fittual Fest merasakan betul sulitnya menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19. Co-founder Fittual Fest, Jake Joaquin pun mengaku prihatin dengan kantor-kantor atau karyawan yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Mengingat, mereka berpotensi terdampak virus Corona dan menyebarkannya pada orang atau perusahaan lain.

“Produk saya kan acara, untuk membuat acara kami memerlukan izin keramaian. Jika masih banyak orang yang acuh maka kasus Covid-19 akan tetap tinggi, izin keramaian pun akan lebih lama didapatkan. Jadi satu perusahaan yang tidak patuh akan berpengaruh pada perusahaan lainnya,” ujar Jake dalam ruang dialog digital Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Jake mengaku, saat ini kantor yang ia kelola telah menerapkan protokol kesehatan yan ketat seperti terdapat sanitize room, pengecekan dan penerapan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan, dan telah membawa peralatan ibadah pribadi.

“Kita harus menggunakan masker, membawa masker cadangan, hand sanitizer, desinfektan, botol minum dan peralatan makan pribadi, vitamin, tisu, serta peralatan ibadah pribadi sehingga aktivitas kita di kantor dapat berjalan dengan baik dan tentunya aman dari penularan Covid-19,” terang Jake.

Menurut Jake, perusahaan juga menunjuk koordinator yang benar-benar bisa selalu mengingatkan setiap hari dan mensosialisasikan protokol kesehatan pada seluruh karyawan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa di balik tantangan dalam menerapkan protokol kesehatan, terdapat tantangan dalam melakukan pekerjaan secara virtual, terlebih saat melakukan pertemuan dalam jaringan. Hal ini mengingat koneksi internet tidak selalu mendukung, sedangkan produk akhir dari perusahaan adalah gelaran acara.

Ia pun membagikan tips untuk mengelola tim secara virtual yang dapat dilakukan. “Tipsnya adalah be clear apa yang harus disampaikan. Penyampaian informasi secara virtual juga memerlukan usaha ekstra dan harus detail agar tidak terjadi miskomunikasi. Pastikan pula memiliki koneksi internet yang stabil,” jelas Jake.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07-MENKES-328-2020 tentang Panduan Pencegahan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran dan Industri. Peraturan tersebut wajib diterapkan di setiap sektor perkantoran dan industri pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Upaya menekan kasus positif di sektor perkantoran merupakan usaha bersama, seluruh pihak harus bersinergi untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kesehatan harus menjadi prioritas utama walaupun ekonomi tidak boleh diabaikan, keduanya harus seimbang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat bekerja.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)