Cara Singapura Atasi Kurva Pandemi

Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo mengungkapkan bagaimana negara berpenduduk 5,6 juta jiwa itu mengatasi pandemi Covid-19. “Singapura adalah satu negara yang berhasil menangani pandemi. Bahkan waktu itu muncul lagi 4 kasus lokal dan langsung heboh karena sudah berbulan-bulan tidak pernah ada kasus yang terjadi,” paparnya dalam sharing secara virtual, Jumat (22/1/2021).  

Suryo mengatakan salah satu yang menjadikan Singapura mampu menurunkan kasus adalah dengan respon yang cepat. Warga negara yang positif ditracing dan diminta melakukan tes PCR. Kemudian mereka diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Di hari ke-10, mereka dites lagi untuk memastikan apakah sudah negatif atau masih perlu isolasi mandiri.

Suryo menyebut, saat ini Singapura melakukan pengetatan terhadap warga negara yang datang dari Eropa khususnya Inggris. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan karena dikabarkan muncul jenis virus baru di Inggris.

Pemerintah Singapura, menurut Suryo, melakukan treatment yang sama pada semua orang. Siapapun orang yang datang ke Singapura dari luar negeri harus menjalani karantina 14 hari. Adapun pemerintah melarang karantina dilakukan di rumah, melainkan di temat yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Salah satu yang menjadikan kasus di Singapura rendah adalah mereka sangat tegas dalam melaksanakan aturan, konsisten berlaku pada semua orang, dan sanksi yang sangat keras,” papar Suryo.  

Ia juga bercerita bahwa saat karantina, stafnya dipasang semacam gelang yang memonitor pergerakan. Alat tersebut tersambung dengan alat yang dipasang ke stop kontak dan memonitor berapa jauh antara alat kontrol dengan yang ada di stop kontak. Apabila sang pemakai gelang bergerak lebih dari 10 meter dari alat di stop kontak, maka alarm di Immigration & Checkpoints Authority (ICA) akan berbunyi.

“Singapura memang memiliki sistem kesehatan yang baik. Tetapi Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan kalau terjadi kasus yang terlalu cepat dan semua orang dirawat di rumah sakit, sistem kesehatan tidak pernah mampu. Untuk itu, semua orang harus melakukan pencegahan,” tutur Suryo.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)