Dalam Angka, PPKM Terbukti Bisa Kendalikan Penyebaran COVID-19

Saat ini PPKM di tingkat kabupaten/kota telah memasuki tahap ke-3, yang dilakukan bersamaan dengan PPKM Mikro hingga tingkat RT/RW. Merujuk hasil evaluasi PPKM Mikro ke-1, dilakukan Perpanjangan PPKM Mikro di 123 kabupaten/kota pada 7 provinsi, selama 2 minggu ke depan, mulai tanggal 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

Hal ini menunjukkan bahwa sejak PPKM tahap ke-1 sampai saat ini, menunjukkan dampak positif pada perkembangan kasus aktif di sebagian besar wilayah. Pada Talkshow yang diadakan Rabu, 24 Februari 2021 di Media Center Graha BNPB Jakarta, Dr. Dewi Nur Aisyah Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 memaparkan hasil positif dalam angka pelaksanaan PPKM hingga PPKM Mikro.

Dr. Dewi, menjelaskan PPKM tahap 1 diterapkan di level kabupaten/kota, setelah dilaksanakan 4 pekan, lalu diterapkan PPKM dengan skala lebih kecil atau PPKM Mikro. Harapannya, langkah ini bisa menjadi skenario pengendalian lebih kecil di masyarakat di desa dan kelurahan. Dengan demikian pengendalian lebih spesifik dan targeted.

PPKM mikro tahap 2 ini diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan COVID-19 di tingkatan terkecil dan mengendalikan laju penularan di tengah masyarakat. Dijelaskan Dr. Dewi, pada PPKM tahap 1 memang terlihat terjadi peningkatan signifikan di pekan kedua November 2020 hingga awal Januari 2021.

"Efeknya memang belum terlihat di awal berjalan, lalu lanjut ke PPKM tahap 2, dampaknya mulai terlihat, penambahan pasien mulai mengalami penurunan," terangnya. Dua pekan pelaksanaan PPKM tahap 2 kurva kasus aktif mulai turun. Selama 6 pekan dijalankannya PPKM kita melihat hasil kerja 4 pekan PPKM yang dijalankan sebelumnya, sekarang sudah masuk PPKM mikro.

Pada saat pelaksanaan PPKM tahap 1 trennya memang terlihat naik luar biasa, pada akhir 25 Januari 2021 dari angka 122 ribu kasus aktif meningkat menjadi 161 ribu. Itu terjadi dalam 2 minggu penambahannya 38.763 kasus. Dari PPKM tahap 1 ke tahap 2 memang masih meningkat kasus aktifnya 171 ribu, tapi prosentasenya mulai menurun, karena sudah banyak yang sembuh. Penambahan kasus aktif pada periode ini signifikan berkurang yaitu 9.500 kasus aktif.

Memasuki perpanjangan PPKM dua pekan lagi (9-22 Februari) jumlah kasus aktif makin berkurang. Sebelumnya penambahannya 171 ribu kasus aktif, sekarang menjadi 157 ribu, jadi penurunannya sekitar 14 ribuan kasus aktif. Prosentase kasus aktif terjadi penurunan signifikan jika dibandingkan sebelum diterapkannya PPKM. "Kalau sebelum PPKM prosentase kenaikan kasus aktif 14% ke angka 12,19%," ungkapnya.

Dr. Dewi mengatakan selama 6 minggu pelaksanaan PPKM, 4 dari 7 provinsi telah berhasil menurunkan kasus aktif. Empat provinsi yang mengalami penurunan itu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk Jawa Tengah, menurut Dr. Dewi memang belum bisa terlihat di data, karena masih dalam proses sinkronisasi data di Kemenkes.

"Ada 3 provinsi yang perlu dicatat, yang jumlahnya turun, prosentasenya juga turun yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur. Contoh Jakarta, kasus aktif sebelum PPKM 18 ribu setelah 6 pekan berjalan kasus aktifnya menjadi 13 ribu, kurvanya menurun. Banten pun sama, sebelum PPKM sekitar 9.300 kasus aktif, setelah PPKM 6.500 kasus aktif. Sedangkan Jawa Timur dari 6.400, turun ke 4.041 kasus aktif," paparnya.

Halaman Selanjutnya
Terkait angka kematian, 3 dari...
Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)