Disiplin Kolektif Sangat Penting dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

Ketua Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sony Harry B Harmadi mengatakan masyarakat punya kekuatan saling mendukung satu dengan yang lainnya dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Peran komunitas sangat penting. Di level masyarakat, mereka bisa bermusyarawah, memutuskan mekanisme pelaksanaan kegiatan, dan membuat aturan. Jadi upaya-upaya pencegahan harus dilakukan pada level komunitas terkecil yaitu RT, RW, dan desa,” ujarnya.

Sony menyebut, masyarakat juga dapat mengidentifikasi sendiri kemungkinan faktor penyebab, keputusan yang dibutuhkan, dan apabila ada yang teridentifikasi ada yang positif, bisa mengukur tingkatan kepatuhannya. Menurutnya, disiplin kolektif lebih efektif daripada disiplin individu.  

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan peta zonasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan terlihat mengalami perkembangan baik setelah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Jawa Bali dan PPKM mikro. Per 21 Februari 2021, peta zonasi memperlihatkan tingkat kepatuhan diatas 60 persen. Dan perkembangan yang sejalan juga terlihat pada perkembangan kasus positif mingguan.

"Kabupaten/kota yang sudah patuh memakai masker melebihi 75 persen atau sebanyak 284 kabupaten/kota," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Namun, masih terdapat 99 kabupaten/kota dengan kepatuhan di kisaran 61 – 75%. Bahkan terdapat 71 kabupaten/kota kurang dari 60%. Lalu, pada kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, didominasi kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan melebihi 75% yaitu sebnyak 275 kabupaten/kota. Meski demikian, masih terdapat kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan 61 – 75% atau 105 kabupaten/kota. Bahkan terdapat 74 kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan di bawah 60%.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)