Dua Kali PPKM Belum Tunjukkan Hasil Signifikan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum menunjukkan hasil yang besar.

“Efeknya tidak bisa kebijakan dijalankan hari ini, besok langsung sudah efektif. Terjadi penyesuaian masyarakat. Bahkan hasilnya baru bisa dilihat 7 hari bahkan sampai 21 hari ke depan,” terangnya pada konferensi pers, Senin (8/2/2021).

Kendati demikian, evaluasi tata laksana PPKM terutama di wilayah Jawa dan Bali terus dilakukan. Salah satunya dengan memperketat aturan di level mirko seperti desa atau kelurahan, selain dari pemerintah pusat yang bekerjasama dengan Pemda.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan saat menghadapi lonjakan kasus, pihaknya meminta Pemda untuk menambah tempat tidur perawatan untuk isolasi dan ICU.

“Ini sudah terjadi peningkatan 13 ribu tempat tidur perawatan. Yang terbanyak adalah untuk isolasi, sedangkan untuk ICU sebanyak 2 ribu tempat tidur,” paparnya.

Nadia menambahkan, ketika pemerintah melakukan penambahan tempat tidur, terjadi juga penurunan kasus pada 4-5 hari terakhir ini. Khususnya kasus kematian yang sebelumnya 200-250 kasus per hari menjadi 150 per hari.

Menurut Wiku, pembatasan kegiatan masing-masing daerah berbeda. Sehingga kepala daerah diminta aktif melakukan evaluasi. “Pengendalian Covid-19 tidak bisa disamakan secara nasional karena setiap daerah memiliki karakteristik masalah sendiri dan cara menyelesaikannya lain-lain. Risiko penularan di setiap daerah juga bervariasi,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)