Dukung Program Vaksinasi, SehatQ Gelar Edukasi dan Skrining Kesehatan

Webinar yang diselenggarakan SehatQ. (dok. Youtube/SehatQ)

Startup di bidang health tech, SehatQ mendukung program vaksinasi Covid-19 pemerintah dengan serangkaian program edukasi masyarakat dan layanan smart health screening vaksin. Rangkaian layanan tersebut disediakan tanpa dipungut biaya.

“Ribuan pertanyaan mengenai vaksin Covid-19 terus dilayani tim dokter SehatQ hingga saat ini. Melihat perhatian publik atas hal ini, kami bekerja sama dengan para ahli untuk mengupas tuntas segala aspek mengenai vaksin Covid-19 dalam serangkaian webinar publik, agar masyarakat mendapatkan informasi dari sumber yang tepercaya,” kata CEO SehatQ, Linda Wijaya.

”Bersama Bio Farma, SehatQ membedah berbagai fakta mengenai vaksin Covid-19 yang sudah hadir di Tanah Air, mulai dari cara kerja, kandungan, rekomendasi pemberian, hingga potensi efek samping. Saat ini pandangan dan pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid-19 pun beragam, termasuk dalam hal jaminan keamanan, keefektifan, hingga persyaratan untuk menerima vaksin.

Dalam membantu masyarakat mempersiapkan diri menerima vaksin, SehatQ juga menghadirkan layanan smart health screening yang bisa diakses melalui website SehatQ. Pengguna tinggal mengikuti petunjuk dan melengkapi kuesioner, untuk melihat terpenuhi atau tidak terpenuhinya syarat sebagai penerima vaksin Covid-19, sesuai ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI.

SehatQ telah melakukan survei untuk menggali persepsi publik terhadap vaksin Covid-19. Survei yang dilakukan secara online pada Oktober 2020 ini melibatkan 797 responden. Hasil survei tersebut berhasil memetakan pandangan publik terhadap kehadiran vaksin di masa pandemi saat ini.

“Hasil survei memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat bersedia menerima vaksin Covid-19,” kata Linda. Dari total 797 responden, sebanyak 88% di antaranya (699 orang) bersedia mendapatkan vaksin.

Dari segi waktu pemberian vaksin, sebagian besar responden yaitu sebanyak 49% (394 orang) menyatakan berharap vaksinasi massal dilakukan apabila kualitas vaksin telah terbukti efektif. Sementara itu, ada sebanyak 19% responden (155 orang) yang ingin vaksinasi dilakukan secepatnya. Di luar keduanya, ada masing-masing 10% (76 orang) dan 9% (74 orang) yang memilih mendapatkan vaksin sesuai jadwal pemerintah dan setelah kelompok prioritas menerimanya.

SehatQ juga menggali informasi dari para responden yang belum bersedia menerima vaksin. Setidaknya ada 12% responden dari total responden (98 orang dari 797 orang) yang menolak vaksin dengan empat alasan. Pertama, para responden (66% responden atau 98 orang yang menolak) tidak yakin terhadap keamanan maupun efektivitas vaksin Covid-19. Kedua, sebanyak 19% (19 orang) responden mengkhawatirkan efek samping di kemudian hari. Ketiga, 8% responden (8 orang) meyakini ada alternatif selain vaksin untuk mengakhiri pandemi. Keempat, pertimbangan kepercayaan dalam agama membuat 6% responden (6 orang) menolak vaksin Covid-19.

Menanggapi hasil survei ini, Senior Executive Vice President (SEVP) Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas dan keamanan vaksin Covid-19 yang beredar di Tanah Air. “Sebelum didistribusikan kepada masyarakat, tim peneliti bersama tim medis, melakukan pengujian ketat terhadap vaksin,” ujar Adriansjah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)