Erick Thohir Pastikan Vaksin Gotong Royong Tidak Gunakan Vaksin Pemerintah

Wawancara CNN Indonesia dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Vaksinasi Gotong Royong baik untuk badan usaha/lembaga yang saat ini sudah berjalan maupun untuk individu - tidak menggunakan vaksin yang berasal dari vaksin yang sudah dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah.

Ia juga menyatakan, seluruh pendanaan Vaksinasi Gotong Royong, baik untuk badan usaha maupun individu, tidak pernah menggunakan APBN. Juga, tidak menggunakan vaksin yang berasal dari sumbangan ataupun hibah dari kerjasama bilateral dan multilateral, seperti hibah dari UAE dan yang melalui GAVI/COVAX.

Erick menjelaskan bahwa pengadaan vaksin yang digunakan di Vaksinasi Gotong Royong serta pelaksanaannya menggunakan keuangan korporasi maupun pinjaman korporasi yang dilakukan oleh holding farmasi BUMN. Sama sekali tidak menggunakan dana dari APBN. Sementara, biaya vaksinasi Gotong Royong Individu menggunakan kewajaran harga vaksinasi yang akan dikaji oleh BPKP.

Gagasan ini, kata Erick, merupakan bentuk dukungan swasta yang membantu pemerintah dalam penanganan positif dengan membeli dan memberikan secara gratis kepada seluruh pegawainya. Dengan demikian, diharapkan dapat mempercepat kekebalan komunal (herd immunity).



"Program vaksinasi pemerintah ini berjalan baik bahkan arahan presiden meminta ada percepatan. TNI dan Polri sekarang banyak membuka sentra vaksinasi, kami di BUMN juga pernah membuka beberapa sentra vaksinasi BUMN. Pun dengan program Vaksinasi Gotong Royong harus dipercepat," ujar Erick saat wawancara dengan media televisi CNN Indonesia (16/07/2021).

Menurut Erick, sudah ada 1,5 juta Vaksin Gotong Royong yang didistribusikan kepada pihak swasta dan mereka sudah mulai melakukan vaksinasi. "Tentu hal ini positif karena banyak perusahaan yang ingin membantu pemerintah untuk memberikan vaksin gratis pada para pekerjanya," ucap Erick.

Erick menambahkan, program Vaksinasi Gotong Royong juga menggunakan jenis vaksin Sinopharm dan CanSino yang berbeda dengan program vaksinasi pemerintah yang menggunakan Sinovac dan AstraZeneca. Erick juga membantah isu penggunaan vaksin hibah untuk program vaksinasi gotong royong.

"Sekali lagi saya tekankan Vaksinasi Gotong Royong gratis, dan tidak pernah memakai vaksin yang digunakan oleh program pemerintah. Kami sejak awal ditugaskan memakai Sinopharm dan CanSino, jumlahnya pun jauh vaksinasi gotong royong hanya 4,49% dan vaksin pemerintah 95%. Jadi kalau ada persepsi seakan yang gotong royong lebih besar daripada program vaksin pemerintah itu tidak benar," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Jumlahnya saja dari hasil data Kadin yang masuk ke kami itu maksimal 12,5 juta - 15 juta. Kita pun penyediaannya sesuai dengan permintaannya yaitu 15 juta vaksin Sinopharm dan yang belum datang CanSino sebesar 5 juta."

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)