Gerakan Jakarta Bermasker Ajak Masyarakat Cegah Penularan Covid-19

Polda Metro Jaya meluncurkan logo gerakan Jakarta Bermasker. Tujuannya untuk kembali mengajak seluruh masyarakat agar sadar dan proaktif dalam menggunakan masker dalam rangka pencegahan penularan COVID-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa ini adalah satu ikhtiar yang harus terus dilakukan. "Hal ini karena sejak awal tahun lalu kita semua telah berjuang menghadapi wabah ini," ujarnya.

Ia menambahkan tantangan terbesar bagi seluruh jajaran forkopimda di DKI Jakarta bukan sekadar penanggulangan, namum juga pencegahan penyebaran di lingkungan masyarakat. Sehingga, pengenaan masker bagi setiap warga adalah hal yang mutlak diterapkan karena perjuangan melawan pandemi belum berakhir.

Meskipun sudah ada proses vaksinasi yang telah dijalankan baik oleh pemerintahan pusat maupun daerah, Gubernur Anies tetap mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan, salah satunya dalam bermasker. Menurutnya, meski kurang nyaman, ikhtiar memakai masker dengan disiplin harus terus dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.

"Tapi, saya pernah merasakan jauh lebih tidak nyaman karena pernah terkena COVID-19. Intinya, kita mengenakan masker masih lebih nyaman daripada terkena pandemi tersebut. Ini demi kebaikan kita, masker ini demi kesehatan kita. Dan bila kita berhadapan dengan orang lain tanpa menggunakan masker artinya kita tidak menghormati orang lain, kita tidak melindungi orang lain, karena itu kita perlu kampanyekan gerakan Jakarta Bermasker," jelasnya.

Anies tidak lupa mengingatkan bahwa mengenakan masker ada tata cara agar efektif dalam penggunaannya. "Tadi ditunjukkan juga bahwa banyak di antara kita sudah bermasker tapi belum digunakan dengan semestinya, seperti ditopang di dagu. Saya berpesan, jangan hanya mengenakan masker sebagai ornamen saja tapi masker sebagai instrumen pencegahan penularan COVID-19," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Matro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan adapun sasaran Jakarta Bermasker ini adalah menyasar lokasi-lokasi keramaian, disertai pembagian masker dengan merangkul komunitas terkecil yang ada di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya partisipasi publik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker, yang pada akhirnya berpengaruh secara signifikan terhadap turunnya angka penyebaran COVID-19.

Perlu diketahui, kemasan logo baru Jakarta Bermasker yang baru diluncurkan ini memiliki desain khas budaya Betawi. Melalui gerakan ini akan dibagikan masker sebanyak 100.000 unit setiap harinya kepada masyarakat. Kegiatan peluncuran tersebut juga dihadiri oleh Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman beserta jajarannya, perwakilan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, serta perwakilan pengurus Gereja Katedral DKI Jakarta.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)