Grup Sambu Pastikan Kantor dan Pabrik Patuhi Protokol Kesehatan

Ketika kasus COVID-19 pertama muncul di Indonesia di awal Maret lalu, Grup Sambu telah sigap membentuk gugus tugas yang secara proaktif merumuskan tindakan pencegahan penyebaran virus baik di lingkungan kantor maupun pabrik.

Setiap gugus tugas terdiri dari berbagai macam departemen dan langsung melapor pada pimpinan usaha di setiap pabrik ataupun lokasi usaha. Dengan koordinasi yang simultan, diharapkan gugus tugas efektif melakukan edukasi, sosialisasi, sekaligus mitigasi kasus penyebaran virus COVID-19 di lingkungan perusahaan.

Perusahaan produsen santan merek Kara ini memiliki tiga pabrik yang berlokasi di Kuala Enok, Sungai Guntung, dan Pulau Burung. Meski terletak di remote area dan jauh dari zona merah penyebaran virus, Sambu Group memprioritaskan protokol kesehatan yang ketat untuk melindungi kurang lebih 20 ribu karyawannya.

Corporate Communications Manager Grup Sambu, Dwianto Arif Wibowo mengemukakan, penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman adalah protokol utama yang diterapkan. Lebih lanjut, perusahaan menerapkan kebijakan work from home terutama di kantor yang berlokasi di Jakarta.

“Di Jakarta, kami upayakan jumlah karyawan yang masuk kantor di bawah 25%. Yang berangkat kerja menggunakan transportasi umum juga kami sediakan fasilitas antar-jemput di beberapa titik,” ujar Arif.

Sambu juga aktif melakukan penyemprotan desinfektan untuk ruangan-ruangan, baik ruangan kantor maupun produksi untuk memastikan tidak ada terjadinya kontaminasi ataupun penyebaran virus. Bahkan, Sambu Group membangun area karantina untuk mengantisipasi kemungkinan ada karyawan yang terinfeksi tanpa gejala.

Tidak hanya memerhatikan tempat kerja, Sambu pun meningkatkan quality control produk mereka. “Quality control ini kami lakukan mulai dari proses produksi. Mulai dari datangnya bahan baku, sudah kami lakukan penyemprotan desinfektan. Kemudian semua lini produksi selalu kami pastikan higienis dengan penyemprotan desinfektan. Di proses distribusi pada konsumen, kami pastikan kontainer yang akan digunakan aman,” jelas Arif.

Ia menambahkan, berbagai produk Sambu mengalami kenaikan dari sisi penjualan berkat perubahan pola konsumsi masyarakat. Contohnya produk santan yang mengalami peningkatan penjualan. Selain pembelian di warung/toko, penjualan juga terdongkrak di e-commerce. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)