GWK Dibuka Kembali, Batasi Jumlah Wisatawan Saat Pandemi Covid-19

Sebagai salah satu icon pariwisata di Bali, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, pun terimbas merebaknya virus corona di Indonesia. Dampak pandemi Covid-19 memaksa GWK harus tutup sejak Maret 2020 dan mulai 4 Desember kembali dibuka dan menerima kunjungan bagi wisatawan, dengan menerapkan pelaksanaan protokol kesehatan yang mengacu pada sertifikasi Tata Kelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) di masa pandemi Covid-19. 

"Kami telah membuka kunjungan bagi wisatawan. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung, kami menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)," ujar GM Marketing Communications & Event GWK, Andre R Prawiradisastra. 

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menurut Andre dilakukan mulai dari area parkir kedatangan, lokasi pembelian tiket, gerbang masuk kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, restoran, fasilitas publik seperti toilet dan mushalla hingga memasang sejumlah papan petunjuk dan informasi serta rambu himbauan untuk penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) yang ditempatkan di berbagai titik strategis.

Ia menambahkan, seluruh wisatawan yang datang diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan akan diberikan stiker khusus sebagai tanda, dan harus mengenakan masker wajah serta wajib mengikuti arahan dari petugas di lapangan. 

Tidak hanya itu, manajemen juga menempatkan hand sanitizer booth serta mobile hand sanitizer di beberapa lokasi serta menyediakan tempat cuci tangan di setiap toilet dan beberapa lokasi strategis lainnya untuk mempermudah wisatawan mencuci tangan selama kunjungan  di GWK Cultural Park.

Penerapan physical distancing  (jaga jarak) diimplementasikan mulai dari pembatasan penumpang shuttle bus, antrean di loket tiket dan loket kasir serta kebijakan pengaturan tempat duduk di restoran. Untuk memastikan kawasan selalu dalam kondisi bersih, dilakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh area yang secara berkala setiap hari. 

Menurut Andre, selain bagi wisatawan, protokol kesehatan Covid-19 juga diberlakukan terhadap seluruh karyawan GWK dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memulai pekerjaan dan menjalani screening tes cepat. Seluruh petugas frontliner, keamanan hingga koki di restoran diwajibkan selalu mengenakan masker dan face shield  dan sarung tangan atau pelindung sesuai dengan protokol yang diterapkan.

Meskipun ada beberapa lokasi yang tertutup,  khususnya di area Pedestal Patung GWK pembatasan jumlah pengunjung diperketat. 

"Kami batasi yang masuk ke dalam pedestal patung GWK hanya 100 orang pada saat yang bersamaan, dari kapasitas maksimal 500 orang. Kalau di kawasan luar karena kawasannya luas, kami tidak melakukan pembatasan tetapi ada petugas yang mengawasi protokol kesehatan," tutur Andre.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)