Helmy Yahya Jalani Isolasi 17 Hari agar Sembuh dari Covid-19

Helmy Yahya merupakan seorang publik figur yang dinyatakan postif Covid-19 pada tanggal 4 Januari 2021. Kejadian tersebut bermula ketika dirinya melakukan test antigen setelah berlibur dari Bali pada tanggal 3 Januari 2021. Helmy menjalani masa isolasi selama 17 hari, sampai akhirnya dinyatakan sembuh pada tanggal 22 Januari 2021.

Berikut pengalamannya Helmy Yahya yang dirangkum oleh SWA Online,

Bagaimana pertama awal anda tahu terjangkit covid-19?

Saya percaya Covid-19 itu ada dan saya merupakan orang yang paranoid ketika harus dinyatakan terinfeksi. Awalnya, saya ingin segera divaksin agar memiliki imunitas. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan saya yang rentan untuk terkena Covid-19.

Saya pergi ke Bali bersama keluarga. Sebelum berangkat, kami melakukan test antigen dan pulangnya pun kami juga test antigen. Saya tidak tahu kenanya di mana, nyatanya Covid-19 bisa menjangkiti siapapun, baik yang disiplin prokes maupun tidak.

pada 4 Januari 2021 saya dinyatakan positif Covid--19 berbarengan dengan anak saya. Tidak ada gejala, hanya batuk. Saat di Rumah Sakit, saya menyadari bahwa suhu saya 37 derajat. Waktu itu, saya memutuskan untuk isolasi mandiri karena saya kira bisa melawan itu selama seminggu. Paru-paru saya aman. Saya dirawat pada tanggal 12 Januari 2021 hingga tanggal 17 Januari 2021.

Gejala apa saja yang dirasakan?

Tidak ada gejala, hanya batuk. Suhu saya 37 derajat. Saya pun tidak kehilangan penciuman dan indra perasa, kadar oksigen saya berada di angka 95. Saya khawatir, karena saya memiliki penyakit diabetes dan usia saya sudah 57 tahun. Tetapi saya tidak sampai dipasangi ventilator, hanya oksigen saja, itu pun pasang sendiri. saya tidak mengalami sesak nafas. Dokter bilangĀ  harus makan apa saja yang disuka dan banyak menghibur diri.

Kejadian apa yang membuat Anda down?

Saya sempat down ketika test PCR ketiga. Saya berpikir bahwa saya sudah negatif, ternyata masih positif dan harus melakukan perawatan seminggu lagi. Saya down sampai minum pil tidur dan meminta kursi dari Rumah Sakit dan yang saya lakukan adalah menonton TV, menonton Youtube. Saya berupaya untuk menghibur diri sendiri.

Saya seorang motivator, namun saya sempat mengalami down juga. Pada 5 hari berikutnya saya negatif. Secara psikologis, saya harus menghibur diri dan melepaskan semuanya. Tanggal 21 Januari 2021, saya pulang walaupun hasil test PCR belum keluar. Dari sana, suhu saya tidak pernah naik lagi. saat ini, saya sudah mulai bekerja dan berkantor lagi.

Apa pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat?

Saya bertekad untuk sharing pengalaman saya kepada orang-orang dan meningingatkan mereka untuk berhati-hati. Kalo bisa vaksin, harus vaksin. Saat ini, saya aktif membantu dr Hairul Hadi membuat aplikasi bagi para penyintas Covid-19.

Sekarang, kalau ada fans yang minta foto, saya harus berani tega untuk mengatakan tidak untuk kebaikan bersama. Pengalaman 17 hari isolasi membuat saya harus istirahat. Waktu di ruamh sakit, saya enjoy sekali bisa berbicara dengan puteri saya selama 10 malam. Kami membicarakan proyek ke depan. Setelah keluar dari RS saya lebih enjoy, fit, dan segar. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat jangan sampai terkena Covid-19. Jangan abai terhadap 3M, terutama hindari kerumunan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)