IFBEC Terapkan CHSE, Dongkrak Pariwisata Bali

Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Bali, Ketut Darmayasa,

Di masa pandemi pelaku bisnis pariwisata, khususnya pada bidang perhotelan dan bisnis restoran perlu melakukan terobosan untuk menyikapi dampak pandemi. Meskipun sebagian menerapkan kebijakan WFH, karyawan tetap semangat dan terus berinovasi.

Menurut Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Bali, Ketut Darmayasa, menyikapi hal ini, Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Bali, organisasi profesi yang bergerak dalam industri makanan dan minuman yang bernaung di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), memberikan perhatian yang serius ke dunia pariwisata khususnya bidang perhotelan di masa pandemi ini. 

Apalagi di Bali, terdapat sekitar 5.830 hotel, dan belum semuanya tersertifikasi tatanan kehidupan era baru. Untuk itu asosiasi akan terus membantu  menyampaikan kepada pimpinan perusahaan, pengelola dan staf agar mereka juga peduli terhadap program pemerintah ini sehingga semua stakeholder pariwisata dan masyarakat menerapkan CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan), agar pariwisata di Bali segera bangkit. 

Saat ini wisatawan lebih memilih hotel atau tempat tujuan berlibur yang telah terverifikasi CHSE, seperti tersedianya fasilitas kesehatan yang cukup, dan telah memenuhi standar yang ditetapkan, yakni adanya tempat mencuci tangan, penggunaan masker di ruang publik, dan aturan menjaga jarak antar wisatawan.

Diakui Darmayasa, selama pandemi banyak dari member IFBEC yang beralih  membuka usaha delivery terutama produk makanan sebagai jalan keluar ketiadaan tamu di properti tempat mereka bekerja. Dengan adanya regulasi physical distancing banyak dari teman-teman anggota IFBEC yang di UPL kan (unpaid leave) cuti tanpa dibayar.

Kondisi ini memaksa mereka untuk beradaptasi dengan perubahan, harus  mampu melihat peluang dan kesempatan kreatif dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. "Teknologi digital  sangat membantu untuk pengembangan bakat dan membuka peluang untuk berusaha terutama bergabung dengan UMKM,” katanya.

Selain berjualan online secara perorangan, beberapa  anggota IFBEC berkoordinasi  bersama-sama mengadakan kegiatan bazaar di mall dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, 'Bazar Mai Nongkrong' di Lippo Mall Kuta. 

Untuk sosialisasi protokol kesehatan, IFBEC menurut Darmayasa telah mengadakan webinar CHSE untuk seluruh anggotanya.  Beberapa anggota dari IFBEC juga terpilih menjadi  tim verifikator kabupaten/kota dan provinsi dan beberapa lagi adalah tim auditor CHSE Kemenparekraf. 

"Hampir semua hotel tempat anggota kami bekerja sudah membentuk tim satgas Covid-19. Protokol kesehatan CHSE selalu kami tekankan kepada semua anggota, dan harus dilaksanakan dengan tegas serta konsisten demi keselamatan bersama," katanya. 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)