Inovasi UV-C Kian Marak di Tengah Pandemi Covid-19

Yudhi Andrinto, Pengusaha Alat Kesehatan dalam talkshow Geliat Pengusaha Lokal Untuk Menembus Pasar Global Dalam Transisi Era Pandemi (Foto: Anastasia AS/SWA).

Bisnis alat kesehatan (Alkes) merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan dan terus mengalami kenaikan di market Indonesia saat ini. Menukil pernyataan Ahyahuddin Sodri, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan (Aspaki) yang mengatakan bahwa pasar alkes Indonesia memiliki nilai sebesar US$2,2 juta per tahun.

Salah satu pengusaha alat kesehatan yang tangkas menangkap peluang tersebut adalah Yudhi Andrinto. Dia mengatakan bahwa di masa pandemi seperti ini, pihaknya melakukan inovasi dengan mengembangkan alkes yang berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang ditelurkan Yudhi adalah ultraviolet type C yang digunakan untuk melakukan sterilisasi ruangan.

“Market dalam negeri sangat menjanjikan. Kami memiliki target untuk menciptakan teknologi terbaru,” kata dia dalam dalam talkshow Geliat Pengusaha Lokal Untuk Menembus Pasar Global Dalam Transisi Era Pandemi (17/11/2020). Saat ini, produk ultraviolet type C yang dikembangkan oleh Yudhi sudah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki), sehingga aman dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dia mengatakan bahwa alat ultraviolet (UV-C) yang dibuat olehnya bisa digunakan sebagai protokol kesehatan tambahan di dalam ruangan seperti Rumah sakit, sekolah, pabrik, transportasi umum, dan ruang publik lainnya.

“Inovasi ini terbuat dari bahan-bahan asal Indonesia, TKDN-nya 90%. Pasarnya memang untuk domestik. Kalo untuk ekspor agak berat karena China sudah memproduksi alat jenis ini secara masal," kata dia menambahkan. Ke depan, Yudhi berencana meluncurkan produk UVC 222 untuk pasar domestik dan internasional.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)