IPCC Jalankan Shifting, Rapid Test dan Petugas Gunakan APD

Gambar: Doc. website IPCC

Adanya Pandemi Covid-19 secara tidak langsung turut mempengaruhi kegiatan operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Untuk itu perusahaan menjalankan adaptasi kegiatan operasional untuk bisa sejalan dengan protokol kesehatan.

Sofyan Gumelar, Corporate Secretary IPCC, menjelaskan pelonggaran kegiatan usaha, terutama pada industri manufaktur otomotif dan alat berat yang disertai dengan kian meningkatnya lalu lintas bongkar muat ekspor impor kendaraan dari Indonesia ke sejumlah negara tujuan berimbas pada meningkatnya produktivitas arus bongkar muat di Terminal IPCC.

"Aktivitas para shipping lines dan logistik pun terlihat lebih ramai dari bulan-bulan sebelumnya sehingga meningkatkan aktivitas layanan operasional di Lapangan Terminal IPCC," ujarnya seperti disampaikan melalui paparan keterbukaan publik.

Ia mengungkapkan, untuk kegiatan operasional layanan dan penanganan bongkar muat kendaraan tetap dilayani dan berjalan normal. "PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sebagai bagian dari anak usaha BUMN PT Pelabuhan Indonesia 2 (IPC) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Layanan Kepelabuhan dan Logistik atau Utilitas Publik ialah termasuk pada industri yang dikecualikan pada saat diberlakukannya PSBB," terangnya.

Secara keseluruhan jumlah kargo kendaraan yang dilayani di bulan September 2020 kian mengalami peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya setelah mengalami penurunan yang cukup signifikan di periode April-Mei. Total kargo kendaraan CBU di Lapangan Internasional di bulan September 2020 ditangani sekitar 24.500 unit dari rata-rata bulanan penanganan kargo CBU sebanyak 20.000 unit dimana angka tersebut sudah melampaui jumlah di bulan April 2020 sebesar 14.400 unit dan Januari 2020 sebesar 21.800.

Lalu untuk alat berat sebanyak 812 unit dari rata- rata 800 unit; dan General Cargo sebanyak 6.600 M3 dari rata-rata 4.000 M3. Begitupun dengan domestik yang mulai ada perbaikan di bulan September 2020 dimana CBU sebanyak 10.240 unit dari rata-rata 8.950 unit; Alat Berat sebanyak 1.398 unit dari rata-rata 1.300 unit; dan General Cargo sebanyak 953 M3 dari rata-rata 427 M3.

"Meski demikian IPCC memastikan kepada seluruh pelanggannya bahwa sampai dengan saat ini kegiatan usaha IPCC masih tetap beroperasi normal sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan," tandasnya.

Dalam upaya menjaga keamanan karyawan yang tetap bekerja, lajut Sofyan, dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir, lalu bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran Covid-19. "IPCC tidak melakukan penghentian ataupun pembatasan operasional dengan adanya Pandemi Covid-19 dimana operasi lapangan dan dermaga tetap berjalan," imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa tenaga operasional yang bekerja di lapangan selalu menjalankan prosedur kerja dengan: cek suhu badan sebelum mulai kerja, memakai masker, jaga jarak, menggunakan sarung tangan, dan sebelumnya perusahaan sudah melakukan rapid test pada semua pegawai baik organik maupun nonorganik.

Tidak hanya itu, perusahaan juga mengeluarkan edaran kepada semua mitra yang bekerja di area IPCC, wajib menunjukkan hasil rapid test negatif/non reaktif covid saat memasuki wilayah IPCC. "Dari sisi hukum, hingga kini tidak ada kasus atau permasalahan hukum yang terjadi di IPCC selama Pandemi Covid-19. Dari sisi keuangan, dengan turunnya pengantaran logistik kendaraan ke IPCC maka berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang ditempatkan di IPCC sehingga turut mempengaruhi pendapatan," katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

-

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)