Kementerian BUMN Dorong Penyitas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen

Kementerian BUMN bermitra dengan Palang Merah Indonesia merilis program Plasma BUMN. Program ini digelar secara serentak di 15 provinsi seluruh Indonesia

Acara yang digelar di Kantor Pusat Pertamina ini dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dan Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga. Erick Thohir menyampaikan Plasma BUMN untuk Indonesia merupakan wujud dukungan Kementerian BUMN untuk program Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicetuskan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian. Sampai dengan Kamis (4/2/2021), terdapat 175 ribu kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Angka kesembuhan kasus dapat ditingkatkan salah satunya dengan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Angka ini secara 'konsisten juga terus menunjukan tren peningkatan kasus yang mengkhawatirkan.

Hal ini kemudian menjadi salah satu landasan dasar ide Plasma BUMN untuk Indonesia, untuk berkontribusi bersama menyembuhkan Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program ini merupakan konsistensi dari Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN dalam melawan Covid-19.

Ia mengatakan potensi dan sumber daya BUMN sangat besar. Tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia dan harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan. Maka dari itu, bekerja sama dengan PMI, program ini diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19.

"Saya berharap, nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki,” ujar Erick Thohir.

Jusuf Kalla mengungkapkan hingga saat ini ada sekitar 12.000 kasus perhari dengan jumlah total 1,2 juta kasus. Artinya dalam beberapa bulan ke depan kasus Covid-19 akan mencapai 2 juta orang.

Untuk mencegahnya, ia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan serta meminta para penyitas Covid-19 untuk bisa mendonasikan plasma konvaselennya sehingga bisa menolong pasien lainnya. Berdasarkan catatannya di PMI hingga saat ini baru bisa memenuhi sekitar 40 kantong plasma konvaselen dari 200 permintaan kantong setiap harinya.

“Dari 100 orang yang mendaftar hanya sekitar 10-20 persen yang bisa mendonorkannya, angka kematian masihlah sangat tinggi, dengan 400 cc bisa menyelamatkan dua nyawa manusia,” jelasnya.

Staff Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, yang juga adalah inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia, mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan Rumah Sakit di setiap provinsi.

Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan keluarga BUMN di dalamnya. Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para pasien.

"Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN,” ujar Arya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)