Kiat BP Jamsostek Pertahankan Produktivitas Saat Pandemi

Ketika diminta berpartisipasi untuk menulis buku SDM Naik Kelas! yang diterbitkan oleh SDM Cendekia, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz memilih untuk menyoroti kondisi SDM selama pandemi. Situasi yang tidak menentu ini, menurut Naufal, memunculkan suasana emosional yang melahirkan salah satu tulisannya di buku tersebut, yaitu The Role of the HR Department in the Workplace During a Pandemic.

Tulisan ini mendampingi dua tulisan Naufal lainnya di buku SDM Naik Kelas! yakni Humanizing Human Resources within The Organization dan A Meaningful Work in Life.

Dalam menghadapi pandemi, Naufal menekankan dua hal pada karyawan yakni kesiapan mental dan kesiapan fisik. Ia menyebut, situasi ini adalah disrupsi tandem di mana proses digitalisasi dan pandemi muncul di waktu yang hampir bersamaan. Menghadapi situasi ini, menambah skill baru juga harus dilakukan. Naufal memberi contoh yakni pengetahuan tentang berkomunikasi secara virtual.

Sebagai direktur yang memimpin manajemen SDM, Naufal memberi kebijakan dan arahan bekerja kepada karyawan BPJS Ketenagakerjaan selama pandemi, baik untuk sistem WFH maupun bekerja di kantor.

“Saat ini proporsi karyawan yang bekerja di kantor 25%, WFH 75%. Kami mengikuti arahan Pemprov DKI Jakarta. Untuk karyawan yang bekerja di kantor, mereka harus menjaga jarak. Lalu, kalau ada tamu atau peserta yang berkunjung ke kantor, mereka harus melakukan rangkaian protokol kesehatan,” jelas Naufal dalam peluncuran buku SDM Naik Kelas! Sabtu (28/11/2020).

Tidak hanya itu, kantor pun melakukan desinfektasi, menyiapkan alat pelindung diri, dan membagikan vitamin bagi para karyawan.

Naufal menambahkan, aspek mental karyawan juga patut diperhatikan. Untuk itu, ia menyiapkan webinar sebagai selingan agar para karyawan tidak bosan dan burnout. Adapun untuk pelatihan karyawan yang biasanya dilakukan di learning center kini dipindahkan menjadi webinar.

Soal produktivitas, Naufal dengan tegas mengingatkan produktivitas karyawan tidak boleh berkurang.

“Kami memberikan tips produktivitas. Contohnya meskipun bekerja di rumah, harus tetap memakai seragam, absensi pagi, morning briefing, dan secara pribadi saya memberikan motivasi. Ketika waktunya istirahat ya karyawan istirahat, lalu lanjut bekerja. Kemudian walaupun WFH, mereka secara periodik melaporkan pekerjaan kepada atasan,” papar Naufal.

Adapun direksi diwajibkan untuk masuk kantor setiap hari. Meski demikian, rapat dan pertemuan tetap dilakukan tanpa tatap muka. “Walaupun kami ke kantor, rapat tetap dilakukan secara virtual dari masing-masing ruangan,” kata Naufal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)