Kiat Rekind Beradaptasi di Era Pandemi Covid-19

Instagram Live SWA Business Leader Talk bersama Direktur Keuangan dan SDM PT Rekayasa Industri (Rekind), Triyani Utaminingsih (bawah).

Kondisi Adaptasi Kenormalan Baru (AKB) memungkinkan adanya perubahan tatanan kehidupan manusia yang lebih menitikberatkan pada aspek kesehatan. Bukan hanya kehidupan sehari-hari, skenario new normal juga diaplikasikan dalam berbagai industri guna mencegah penyebaran Covid-19.

Perusahaan pun melakukan perubahan pola bekerja karyawannya, salah satunya PT Rekayasa Industri (Rekind). Perusahaan jasa industri di bidang Engineering, Procurement, Construction & Commisioning (EPCC) ini tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam menunjang berbagai kegiatannya, baik di proyek maupun kantor pusat.

Lalu apa saja kebijakan yang dikeluarkan perusahaan untuk beradaptasi serta menjaga kesehatan dan keamanan 1.500 karyawannya di tengah pandemi Covid-19? Berikut kutipan wawancara bersama Direktur Keuangan dan SDM PT Rekayasa Industri (Rekind), Triyani Utaminingsih dalam acara Instagram Live– SWA Business Leader Talk.

Bagaimana protokol kesehatan yang diterapkan Rekind baik di kantor pusat maupun di lapangan atau proyek?

Penanggulangan pandemi Covid-19 ini membutuhkan peran serta dari seluruh pihak baik dari jajaran direksi, pejabat struktural, maupun karyawan. Kami juga selalu mengacu pada peraturan pemerintah setempat, di mana dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini kami menerapkan sistem kerja secara bergilir, 50\% berkerja dari rumah (work from home) dan 50\% bekerja di kantor.

Untuk di lapangan tentu kami tidak bisa menerapkan sistem kerja seperti itu. Oleh karena itu, kami terus memperketat protokol kesehatan. Kami memiliki Satgas Covid-19 sendiri yang akan melakukan pengawasan terhadap karyawan baik di kantor pusat maupun di proyek. Kami pun selalu melakukan koordinasi yang intens dan melakukan evaluasi mingguan yang diikuti oleh seluruh project manager untuk memantau perkembangan proyek. Saat ini ada 8 lokasi proyek yang sedang kami kerjakan.

Sebagai antisipasi pencegahan penularan Covid-19, kami rutin melakukan rapid test kepada karyawan. Kami juga menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Tak lupa kami juga selalu mengingatkan karyawan untuk memakai masker dan jaga jarak.

Kami juga masih menerima tamu dari luar karena ada beberapa kegiatan yang tidak bisa digantikan secara virtual seperti penandatanganan fisik. Tetapi tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tamu harus membawa hasil rapid atau swab test yang dinyatakan negatif, kapasitas di dalam ruang rapat juga hanya 1/3 nya dari kapasitas normal.

Adakah pengurangan pekerja di proyek lapangan agar tetap menjaga jarak?

Tergantung kemajuan proyek yang ingin dicapai dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan. Memang sulit menerapkan protokol kesehatan untuk pekerjaan di lapangan. Sebab, ada beberapa kegiatan yang mengharuskan karyawan untuk berdekatan. Namun, kami tetap mengingatkan untuk selalu memakai masker ataupun face shield jika diperlukan.

Protokol kesehatan ini terus kami perketat, karena kami khawatir jika ada yang terdampak satu karyawan saja akibatnya perusahaan bisa dilakukan lockdown. Jika lockdown di kantor pusat kami masih bisa bekerja dari rumah, tapi jika lockdown di lapangan akan mengakibatkan proyek menjadi tertunda.

Bagaimana SOP ketika ada karyawan yang yang terindikasi positif Covid-19?

Kami rutin melakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif, karyawan akan melakukan swab test dan jika hasilnya positif Covid-19 tentu berlaku Ring 1, 2, dan 3. Kami melakukan tracing siapa saja yang telah berhubungan kontak dengan karyawan tersebut untuk dilakukan swab test agar mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Bagaimana dengan produktivitas karyawan selama work from home?

Untuk karyawan yang bekerja di kantor kami menyiapkan formulir return to work yang menyatakan mereka siap bekerja di kantor. Bagi yang bekerja di rumah, kami selalu melakukan pemantauan dengan ketat. Koordinasi dilakukan secara virtual sehingga karyawan tetap produktif meski bekerja dari rumah. Apalagi yang bekerja dari rumah sebagian besar adalah karyawan yang berusia di atas 45 tahun, di mana merupakan karyawan produktif dan menduduki posisi puncak di kantor pusat maupun di lapangan.

Bagaimana upaya sosialisasi protokol kesehatan yang dilakukan perusahaan kepada karyawan?

Upaya sosialisasi penerapan protokol kesehatan pada karyawan dilakukan dengan webinar yang mendatangkan narasumber dari Kementerian Kesehatan dan para penyintas Covid-19. Semua media perusahaan juga digunakan untuk melakukan sosialisasi dan himbauan kepada karyawan, mulai dari e-mail, media sosial, flyer yang ditempel di tempat-tempat umum seperti lobby, masjid, toilet, kantin, dan ruang rapat.

Adakah inovasi baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perusahaan?

Untuk absensi karyawan tidak lagi menggunakan fingerprint melainkan online. Kami terus berupaya untuk mengurangi kontak fisik demi mencegah penularan Covid-19.

Adakah kendala yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan protokol kesehatan kepada karyawan?

Sebagai perusahaan konstruksi, mengharuskan kami secara fisik berada di lapangan. Tentu ini menjadi tantangan bagi perusahaan agar tetap produktif tetapi di sisi lain harus tetap menjaga protokol kesehatan. Untuk itu manajemen kesehatan selalu kami terapkan seperti pemantauan, pemeriksaan, isolasi atau karantina, dan tracing. Kami juga selalu memonitor tempat-tempat tertutup yang memiliki potensi penyebaran Covid-19, melakukan pengawasan kepada karyawan di atas 45 tahun dan karyawan yang tinggal di mess proyek. Kami juga melakukan penyelidikan terkait epidemologi serta komunikasi risiko dan pemberdayaan seluruh karyawan.

Lalu, bagaimana upaya perusahaan agar karyawan tetap semangat di masa yang penuh tantangan ini?

Manajemen selalu berpesan pada karyawan untuk tetap semangat dan tetap produktif meski ada beberapa keterbatasan. Kami juga memberikan perhatian lebih terutama pada mereka yang terdampak Covid-19. Dengan begitu akan muncul rasa saling memiliki dan saling menjaga. Inilah yang dibutuhkan di kondisi sekarang dimana kita harus selalu berpegangantangan. Harapannya proyek akan tetap jalan dan berdampak positif kepada karyawan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)