Langkah Jet Express Beradaptasi di Tengah PSBB

Peter D. Chandra

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak secara umum terhadap aktivitas bisnis, karena mengubah pola hidup atau perilaku pelanggan. Di sektor logistik/jasa pengiriman misalnya, dicontohkan Peter D. Chandra, CEO Jet Express, bahwa semakin banyak orang memilih belanja via online untuk kebutuhan sehari-hari sehingga pengiriman dalam kota meningkat, dan peningkatan pengiriman barang hobi seperti sepeda mengalahkan produk fashion yang sebelumnya paling banyak.

Sebagai pemain di sektor tersebut, Peter mengatakan, Jet Express berupaya beradaptasi terhadap perubahan itu, baik dari segi inovasi layanan dan operasional di internal, maupun penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dari pemerintah.

“Kami tidak pernah berhenti berinovasi dan terus beradaptasi dengan proses kerja digital dan selalu menyesuaikan anjuran pemerintah dalam mengikuti protokol kesehatan serta melakukan pembatasan yang berlaku,” ujarnya.

Di lingkungan internal perusahaan, seluruh karyawan diwajibkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selalu menggunakan masker saat beraktivitas, social distancing, rutin cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengecekan suhu tubuh, dan penyemprotan disinfektan secara berkala. Selain itu sistem kerja baru yang diterapkan berbasis digital, seperti peningkatan IT secara internal untuk absensi, dan kegiatan meeting menggunakan video conference.

Kemudian pada wilayah interaksi dengan konsumen, juga diterapkan protokol kesehatan serupa di mana kurir wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga jarak untuk menjamin kenyamanan pelanggan.

Dari sisi layanan, Jet Express menghadirkan layanan gratis jemput paket dari rumah. Juga menyediakan COP (Cash on Pickup) menggunakan GoPay agar mengurangi interaksi fisik. “Kami saat ini juga sedang menyiapkan promo yang akan di-update di instagram kami,” ungkap Peter.

Pada Agustus lalu, Peter juga pernah menyampaikan bahwa timnya terus mencari inovasi agar dengan orang yang tersedia tetap bisa melayani volume pengantaran barang yang sedang meningkat, mengingat belum bisa menambah orang sejak pandemi melanda lantaran mengantisipasi risiko yang akan muncul.

“Biasanya kalau muatan lagi banyak, tinggal tambah orang saja. Tapi kalau saat begini, kami harus mengulik lebih, bagaimana supaya bisa doing more with the same capacity,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)