Membuat Zonasi di Rumah Masing-Masing Bisa Jadi Strategi Cegah Penyebaran Covid-19

Hasil survei BPS pada pertengahan September 2020 lalu menyebut 7% masyarakat memberikan stigma pada penderita Covid-19. Ini lah yang disoroti oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), Dr. Turro Wongkare.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat masih menganggap Covid-19 adalah sebuah kutukan. Turro menegaskan bahwa orang yang terpapar positif Covid-19 bukan berarti akhir dari perjalanan hidup. Namun, sama halnya dengan penderita TBC yang berpotensi sembuh sehingga membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan.

"Covid-19 itu bukan kutukan. Covid-19 penyakit biasa yang menular sama dengan TBC, cacar, dan flu. Hanya ini mematikan kalau tidak ikuti protokol bisa terpapar," ujar Turro dalam talkshow virtual bertema "Pencegahan Covid-19: Beda Masyarakat, Beda Strategi?” pada Kamis (01/10/2020).

Masyarakat, kata Turro, harus tetap beraktivitas berdampingan dengan Covid-19, baik yang sudah terpapar ataupun belum. Tentu saja dengan mengubah kebiasaan hidup secara keseluruhan dan patuh pada protokol kesehatan, bukan hanya mencuci tangan, tapi bekerja dan beraktivitas dari rumah.

"Ini sesuatu yang biasa, mengubah hidup secara keseluruhan. Ini (Covid-19) sama dengan penyakit lainnya. Jangan dijauhi, apalagi sampai dikucilkan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr (DMB) dr Norman Zainal, SpOt mengatakan, pemakaian masker menjadi alat mencegah penularan atau tertular virus corona. Masker secara ilmiah diyakini mencegah penularan melalui droplet.

Selain menggunakan masker, ia menyebut, masyarakat perlu membuat zonasi di rumahnya masing-masing agar steril. Misalnya, di halaman depan itu zona merah tempat menyimpan sepatu, sandal. Ruang tamu itu zona kuning, dan kamar tidur zona hijau. "Zona hijau dan kuning itu harus dipertahankan dan dibersihkan menggunakan cairan sehingga bisa mengusir kuman," kata Norman.

Ia juga menghimbau agar sosialisasi patuh protokol kesehatan perlu sarana pendukung untuk mempermudah. Sebagai contoh, menyiapkan keran atau ember mencuci tangan di setiap rumah guna mempermudah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)