Nakes adalah Benteng Terakhir, Bukan Garda Terdepan

Foto: Pixabay

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Lia G Partakusuma meminta agar masyarakat mengubah mindset bahwa tenaga kesehatan (nakes) adalah garda terdepan Covid-19 menjadi benteng terakhir.

“Sebaiknya masyarakat sebagai ujung tombak, nakes sebagai benteng terakhir. Harus diubah. Karena kami ketika sampai di RS, kami kerjakan semuanya. Tapi kalau ternyata penuh, apalagi yang mau kami lakukan? Jadi usahakan mindset-nya diubah,” katanya dalam webinar KPCPEN, Senin (7/12/2020).

Lia menyebut upaya-upaya yang telah dilakukan rumah sakit diantaranya yakni pembentukan tim khusus Covid-19, penyusunan berbagai kebijakan baru untuk pengelolaan pasien Covid-19 serta adaptasi kebiasaan baru berdasarkan Pedoman Nasional (termasuk audit kasus dan kematian), penambahan tenaga khusus yang mengelola pasien setelah dilakukan seleksi terhadap pasien komorbid, perubahan lay-out dan tata kelola fisik RS untuk memisahkan area infeksius dan non infeksius, penambahan logistik, penjadwalan SDM yang lebih sistematis, pencatatan dan pelaporan terintegrasi, pengelolaan limbah medis yang aman, dan penyesuaian tatalaksana pasien non Covid-19.

“Rumah sakit memiliki bermacam-macam kelas dengan jenjang yang juga berbeda. Apabila ada pasien yang mau rujuk ke suatu rumah sakit tapi tidak diterima, itu bukan cuma masalah tempat tidur saja, tetapi ada tidaknya tenaga kesehatan, fasilitas, dan lain-lain,” jelas Lia. Hingga saat ini Rumah Sakit Rujukan Covid-19 sebanyak 132 RS pemerintah pusat dan 771 RS pemerintah daerah.

Untuk itu, menurut Lia, apabila ada pasien Covid-19 yang mau dirujuk, selalu ditanya apakah ada komorbid atau tidak. Jika ditemukan komorbid, maka ada spesialis yang dibutuhkan selain tatalaksana Covid-19.

Lia juga meminta pemerintah lebih memperhatikan perlindungan tenaga kesehatan RS dengan pemeriksaan berkala termasuk tes PCR Covid-19 secara cuma-cuma. Selain itu, ia meminta pengaturan jam kerja nakes sesuai jenis RS, pembagian kerja yang merata (dengan seleksi komorbid), fasilitas APD yang terjamin, hingga upaya mengurangi tekanan psikis nakes akibat dianggap masyarakat sebagai garda terdepan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)