Pan Brothers Berlakukan Dua Shift Kerja Demi Hindari Potensi Covid-19

Karyawan Pan Brothers membuat APD dengan tetap menjaga jarak. (Dok. Pan Brothers)

Tidak hanya mengoptimalkan peluang bisnis baru, PT Pan Brothers Tbk juga memperketat protokol kesehatan demi menjaga produktivitas selama pandemi Covid-19.

Sejak Maret 2020, emiten tekstil yang sahamnya bersandi PBRX ini menetapkan dua shift jam kerja. Perusahaan juga memperbanyak tempat cuci tangan, hand sanitizer, rutin melakukan sterilisasi tempat kerja, memasok vitamin, dan melakukan rapid test di klinik perusahaan.

"Kami khawatir ketika mereka berkumpul seperti bekerja dan ibadah tidak ada jarak antar karyawan. Oleh karena itu, ditetapkan dua shift kerja karena jika satu karyawan terinfeksi, maka karyawan lain juga akan terinfeksi," ujar Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk pada SWA Online.

Sebagai bagian dari sosialisasi pada 38 ribu karyawannya, Pan Brothers juga telah membuat panduan protokol Covid-19 yang diunggah di situs resmi perusahaan. Untuk protokol masuk karyawan di antaranya, karyawan wajib menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang disediakan oleh perusahaan; pada saat mengantri, karyawan harus menjaga jarak dengan karyawan di depannya minimal 1 meter.

Setelah itu, akan dilakukan pengecekan suhu badan oleh petugas security dan mencatat pada form jika ada yang diatas 37.3 derajat celcius. Jika ditemukan karyawan dengan suhu di atas itu, security akan meminta karyawan untuk beristirahat di rumah dan langsung memeriksakan diri ke rumah sakit daerah terdekat.

Selama aktivitas bekerja, istirahat, ibadah, dan makan, karyawan harus menerapkan jaga jarak. "Karyawan juga dihimbau membawa peralatan makan dan ibadah masing-masing," tutur Anne.

Bagi karyawan yang harus melakukan perjalanan dinas, maka harus mendapatkan persetujuan GM Factory/Functional untuk perjalanan dinas dalam negeri dan persetujuan BOD untuk perjalanan dinas luar negeri. Karyawan juga harus melapor kepada HRM setelah melakukan perjalananan dinas dan melakukan karantina mandiri bila menunjukan gejala Covid-19 atau kembali dari daerah terdampak.

Perusahaan yang berkantor pusat di Tangerang ini pun tidak menerima tamu selama pandemi Covid-19. Sebagai gantinya, perusahaan memberikan alternatif untuk melakukan pertemuan secara teleconference/digital meeting.

Untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan terhadap karyawan, perusahaan juga membentuk Tim Tracking dan Tim Information Center Risk Management. Tim Tracking akan melakukan pelacakan kontak erat dengan karyawan berstatus PDP atau positif Covid-19 mulai dua hari sebelum gejala timbul.

Sementara Information Center Risk Management akan melakukan pendataan serta pengawasan pada karyawan kontak erat. "Kami memiliki information center di setiap area kerja termasuk di anak perusahaan," katanya.

Langkah Pan Brothers memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) pada Maret lalu merupakan pilihan yang tepat. Pada semester I/2020, penjualan Pan Brothers tercatat naik 14,54% menjadi US$326,20 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$284,79 juta.

Ke depan, Anne mengungkapkan, Pan Brothers berencana membuat produk yang diminati konsumen. "Di tahun 2021 produk yang akan diminati adalah produk yang sifatnya alat pelindung diri dan aman untuk digunakan aktivitas sehari-hari. Kami menciptakan produk yang bersifat antivirus dan antimikroba," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)