Panorama SIAP, Wujud Pertalian Protokol Kesehatan dan Sapta Pesona

Beberapa wilayah di Indonesia mulai menerapkan pelonggaran PSBB dan menjalankan metode aktivitas normal baru. Diharapkan dengan pelonggaran ini dapat memberikan kontraksi positif pada perekonomian yang sempat stagnan akibat turunnya daya beli masyarakat, terutama sektor pariwisata yang paling pertama terdampak akibat pandemi Covid-19.

Untuk menyambut kenormalan baru, Grup Panorama pun telah melakukan self assessment atas protokol kesehatan berdasarkan guideline yang dikeluarkan oleh World Travel and Tourism Council (WTTC).

"Kami telah menerapkan protokol Covid -19 di perusahaan sejak pandemi merebak di Indonesia. Penerapan protokol yang kami lakukan berdasarkan ketentuan Kemenkes RI serta framework dari WTTC, di mana dalam framework tersebut kesiagaan internal perusahaan menjadi kunci untuk keamanan, keselamatan, serta kesehatan pelanggan dan mitra," ujar AB Sadewa, VP Brand & Communications Grup Panorama pada SWA Online.

Sadewa menyebut, perusahaan telah membuat protokol lengkap untuk gedung kantor dan kendaraan di mana semuanya dirangkum dalam satu program yang diberi nama 'Panorama SIAP'. SIAP sendiri artinya Sehat, Aman, Indah, Peduli yang merupakan wujud pertalian dari protokol kesehatan dan Sapta Pesona.

Dalam framework tersebut terdiri dari tiga bagian yakni Kesiagaan Operasional, Kesiagaan Mitra, dan Kesiagaan Internal. Kesiagaan Operasional meliputi pemandu wisata, penanganan bandara, rumah sakit rujukan/klinik, kebersihan, dan perlengkapan new normal seperti masker, thermo gun, pelindung wajah, hand sanitizer, disinfektan, sarung tangan serta pelacakan kontak dengan sistem scan barcode sebelum masuk dan keluar kawasan wisata.

"Pemandu dan staf mitra kami harus memakai masker baik itu medis atau kain. Mitra kami juga memakai alat pelindung tambahan sepert face shield dan sarung tangan. Kemudian pemeriksaan suhu tubuh untuk semua tamu di kawasan wisata/hotel/restoran/san ruang publik lainnya. Setiap area publik dan transportasi juga disediakan hand sanitizer serta rutin disemprot disinfektan," paparnya.

Sadewa menjelaskan, hingga saat ini program Panorama SIAP secara disiplin sudah dilakukan dan bisa men-screening kesehatan bagi para karyawan yang sudah aktif bekerja. Sehingga diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19 kepada stakeholder baik pelanggan, karyawan, ataupun mitra bisnis.

"Kami mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah daerah, dalam hal ini seperti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk batas maksimal karyawan dalam satu ruangan/kantor. Maka kami buat sistem shift/bergantian masuk pada hari-hari tertentu," katanya.

Terkait produktivitas, Sadewa mengaku, belum terlihat peningkatan signifikan dari penjualan produk tour outbound dan inbound. Hal ini dikarenakan masih banyaknya pemberlakuan border restriction. "Kami masih mencoba mendalami pasar domestik dengan destinasi domestik," tutur Sadewa.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)