Pemanfaatan Teknologi Untuk Otomatisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Soleh Ayubi, Direktur Digital Healthcare

Sebelum vaksin Covid-19 hadir, pemerintah sedang menyiapkan segala infrastruktur pelaksanaannya salah satunya menyiapkan sistem satu data vaksinasi Covid-19. Sistem yang akan mengusung transparansi tersebut akan dibangun bersama antara Telkom dan Bio Farma.

Erick Thohir, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), mengatakan, sistem satu data akan terintegrasi secara penuh mulai dari proses awal, distribusi vaksin, hingga layanan vaksinasi di lapangan. Ia optimististis holding farmasi yang terdiri dari Biofarma, Indofarma, dan Kimia Farma memiliki kemampuan dalam proses distribusi ke daerah-daerah dengan tetap memastikan terjaganya kualitas vaksin tersebut.

"PT Telkom Indonesia maupun PT Bio Farma hanya sebagai agregator untuk menjaga agar data ini bisa terekam dengan baik. Semua kita libatkan, karena ini merupakan faktor terpenting dalam penanganan Covid-19 yaitu penyelamatan terhadap manusia. Dalam rangka transparansi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah juga menyiapkan infrastuktur sistem satu data," ujar Eric dalam webinar dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi Covid-19” yang diselenggarakan KPCPEN.

Soleh Ayubi, Direktur Digital Healthcare, di acara yang sama mengatakan, secara garis besar proses vaksinasi ini ada 4 tahapang, Pertama, berkaitan dengan produksi yaitu produk dan packaging system, penempelan barcode dan sebagainya. Kedua, distribusi yang terkait track & trace, dan distributor dashboard. Ketiga, vaksinasi servis, terkait fasilitas penyimpanan, vaccinator, payment, dan SOP lainnya. Keempat, reporting dan integration.

Ia melanjutkan, proses dari ujung ke ujung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut bukan perkara mudah. Proses ini akan melibatkan banyak pihak, mengingat alur waktu dan jumlah yang akan divaksinasi luar biasa besar, serta harus mengikuti berbagai regulasi.

Untuk itu, kata dia, pemerintah memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Tujuan penggunaan teknologi ini adalah menghindari kesalahan serta mempercepat proses.

“Menggunakan teknologi untuk otomatisasi, agar beberapa persennya menjadi lebih otomatis. Proses-proses yang sebelumnya lama seperti, proses pendaftaran dan verifikasi, bisa dilakukan secara cepat. Dan yang terakhir kita berupaya menjaga kualitas, baik itu kualitas vaksinnya maupun kualitas pelayanannya,” ujarnya.

Momentum ini, kata Soleh, menjadi lompatan bagi industri layanan kesehatan. Proses manual dalam industri layanan kesehatan bisa diotomatisasikan. “Ini akan menciptakan ekosistem layanan Kesehatan digital nasional yang tentu di bawah regulasi Kemenkes dan BPOM. Harapannya kita ingin pasien menjadi pusatnya nanti sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup yang berfokus pada pasien," tutur Soleh.

Pemerintah telah menyiapkan dua skema vaksinasi yaitu, skema vaksinasi bantuan pemerintah untuk tenaga kesehatan, pelayanan publik, TNI, Polri, Satpol PP, Aparat Hukum, dan Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran. Kedua adalah skema vaksinasi mandiri, yaitu vaksinasi yang biayanya ditanggung oleh masyarakat secara perorangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)