Pemberitaan Berimbang & Akurat Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan terhadap Vaksin

Vaccine Hesitancy atau keengganan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin menjadi salah satu penyebab besar yang menghambat upaya melindungi masyarakat dari penyakit berbahaya yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti Covid-19. Miss-information yang beredar terkait vaksinasi Covid-19, digadang-gadang menjadi salah satu penyebab semakin tingginya vaccine hesitancy di dalam masyarakat saat ini.

Siberkreasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyelenggarakan literasi digital tentang pentingnya pemberian informasi berimbang mengenai vaksinasi Covid-19 dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, pada Kamis (28/01). Literasi digital dalam bentuk webinar ini mengangkat tema “Komunikasi Interpersonal Pentingnya Vaksin dan Perubahan Perilaku” yang bertujuan untuk meminimalisasi vaccine hesitancy.

Berdasarkan survei persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Indonesia Advisory Group on Immunization (ITAGI) dengan dukungan WHO dan UNICEF pada September 2020, menunjukan 65% masyarakat menerima vaksin Covid-19. Namun, pada December 2020 angka penerimaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 turun menjadi 30%.

Risang Rimbatmaja, C4D UNICEF, dalam paparannya mengatakan, saat ini terjadi dinamika penerimaan vaksin Covid-19 di dalam masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan adanya kesalahan informasi yang diterima masyarakat terkait keamanan efektivitas vaksin, kejadian ikutan pasca Imunisasi (KIPI), sampai dengan teori konspirasi yang saat ini banyak beredar.

Menurutnya, pemberitaan media yang berimbang dan akurat mengenai vaksinasi menjadi kunci meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.

“Literasi digital dan komunikasi interpersonal yang efektif, terutama pada key opinion leader dalam masyarakat juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menggiring perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas serta memakai hand sanitizer,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Devie Rahmawati, Peneliti dan Pengajar Tetap Vokasi UI, dalam webinar ini mengatakan, kondisi yang terjadi pada masyarakat saat ini akibat masih minimnya pengetahuan masyarakat, penyerapan informasi yang masih rendah serta masih banyaknya disinformasi berita mengenai Covid-19.

“Maka dari itu, sangat dibutuhkan wadah dan sarana dalam memberikan informasi mendalam mengenai Covid-19, salah satunya dengan literasi digital,” ujarnya.

Siberkreasi berharap melalui kegiatan webinar yang dilakukan dengan menghadirkan pakar-pakar di bidangnya, masyarakat memiliki pemahaman yang terbuka dan mendalam tentang vaksinasi Covid-19.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)