Pemerintah Rancang Pengendalian Jangka Panjang Pandemi Covid-19

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Pemerintah menyusun strategi jangka panjang untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 dalam jangka waktu yang lama. Pemerintah juga mengimbau pilihan terbaik masyarakat saat ini adalah tetap berdisiplin dan membiasakan diri dengan protokol kesehatan sebagai jalan menuju tatanan kehidupan baru.

“Transisi dan adaptasi untuk hidup bersama Covid-19 ini memang harus dipersiapkan. Karena itu, sambil terus mengevaluasi penerapan PPKM Berlevel, pemerintah menyusun dan menerapkan sejumlah protokol kesehatan sebagai bagian dari strategi ke arah sana,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate. Hal tersebut, menurutnya, bertujuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan yang sehat dan kegiatan ekonomi serta sosial.

Pemerintah memprioritaskan pelaksanaan protokol kesehatan di ruang publik, seperti pertama, tempat perdagangan yang meliputi pasar, toko modern, toko tradisional. Kedua, transportasi publik darat, laut, dan udara. Ketiga, destinasi pariwisata yang meliputi hotel, restoran, dan pertunjukan. Keempat, kantor atau pabrik baik itu pemerintahan, swasta, bank, pabrik besar, UKM atau IRT. Kelima, lokasi ibadah dan kegiatan keagamaan. Keenam, tempat pendidikan seperti PAUD, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

Setiap protokol kesehatan didasarkan pada 3 standar, yakni standar jumlah, aktivitas, dan perilaku. Standar jumlah adalah tentang kapasitas ruang atau fasilitas publik untuk memastikan penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Sedangkan, standar aktivitas adalah bentuk dan durasi aktivitas yang diperbolehkan untuk memastikan penerapan 3M. Sementara itu, standar perilaku artinya pengunjung atau pengguna fasilitas harus dipastikan menjalankan 3M.

Selain penerapan protokol kesehatan, pemerintah juga merancang strategi pengendalian pandemi seperti misalnya, pertama, melakukan deteksi yang kegiatannya meliputi meningkatkan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi terjadi lonjakan kasus. Kedua, terapeutik seperti misalnya konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS, mengerahkan Tenaga Kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk RS, meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Ketiga, vaksinasi dengan meningkatkan alokasi vaksin di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, penambahan sentra vaksinasi, menjadikan kartu vaksin sebagai syarat perjalanan dan di ruang publik, percepatan vaksinasi bagi kelompok rentan, lansia, dan orang dengan komorbid. “Seluruh upaya dijalankan secara bersamaan, tidak ada yang lebih didahulukan daripada yang lain. Pemerintah berharap masyarakat bisa terus disiplin protokol kesehatan, ikut vaksinasi, dan mempersiapkan diri menuju tatanan hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19," jelas Jhonny.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)