Penanggulangan Erupsi Gunung Ily Lewotolok Jangan Abaikan Prokes

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo menetapkan kenaikan status Gunung Ili Lewotolok menjadi Level III atau ‘Siaga’ setelah terjadi erupsi dan adanya peningkatan aktivitas gunungapi pada Minggu (29/11). Ia beserta rombongan tiba di Kabupaten Lembata, NTT, pada Rabu (2/12/2020).  

“Pesan presiden, tetap tabah dan sabar menghadapi musibah. Tidak melupakan protokol kesehatan, dan ikuti arahan petugas kebencanaan demi keselamatan bersama,” ujar Doni pada para korban letusan Gunung Ili Lewotolok.

Doni menilai daerah-daerah yang tertimpa musibah bencana alam saat ini justru memiliki ancamana ganda yakni bencana alam dan pandemi. Untuk itu, seluruh usaha tanggap bencana harus menerapkan protokol kesehatan.

Kunjungan Doni sesuai arahan Presiden agar BNPB terus mencermati perkembangan erupsi Gunung Ili Lewotolok. Berdasar laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (30/11) pukul 22.00 WIB, ada sebanyak 4.628 jiwa yang telah dievakuasi di 7 titik pengungsian.

Selain itu, Doni meminta selain tersedianya fasilitas pengungsian yang memadai, harus ada pula ketersediaan sarana mencuci tangan pakai sabun, ketersediaan masker, dan tempat pengungsian yang berjarak antara satu dan lainnya.

“Prinsipnya, keselamatan rakyat nomor satu. Selamat dari bencana gunung berapi, dan selamat dari paparan Covid-19,” kata Doni kepada wartawan di Lembata NTT.

Berdasar pantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, erupsi masih terus terjadi dan dimungkinkan akan terjadi erupsi susulan. Pada Senin (30/11) erupsi kolom abu setinggi 700 meter dari puncak (2.123 mdpl). Erupsi tersebut terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dengan durasi kurang lebih 2 menit 25 detik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)