Pengetesan yang Ideal Jadi Kunci Pemberantasan Pandemi

Ilustrasi pengetesan Covid-19. (dok. Wondfo)

Wondfo Biotech mempercepat kehadiran tes-tes antibodi yang menetralkan virus (neutralizing antibody), antigen, dan PCR demi memenuhi kebutuhan tes Covid-19 di seluruh dunia. Berbagai negara tengah menyusun perencanaan untuk menangani gelombang infeksi baru di tengah pandemi dan menjalankan program vaksinasi.

Untuk itu, Wondfo tetap bekerja guna menyediakan tes-tes spesifik yang diperlukan berbagai instansi kesehatan sebagai strategi yang tepat dalam mengendalikan pandemi.

Pengetesan Covid-19 berperan penting karena dapat menginformasikan program-program intervensi massal yang turut mengurangi kendala terhadap aktivitas ekonomi. Namun, di tengah pandemi masif dan berskala besar, negara-negara kesulitan menentukan strategi pengetesan Covid-19 yang ideal, sebab tak ada pendekatan serupa yang dapat berlaku di mana pun.

Menurut CEO Wondfo Wen Mei Li, negara-negara mustahil menggunakan satu tes yang telah dianggap sebagai standar. Mereka bahkan tidak dapat menerapkan strategi yang sama akibat perbedaan demografi, infrastruktur, budaya, dan kapasitas ekonomi.

“Pengetesan Covid-19 merupakan proses kompleks. Ketika menentukan jenis tes mana yang akan digunakan, aspek-aspek penting seperti perubahan kondisi penyakit dan ciri khas tes harus dipertimbangkan,” jelas Mei Li.

Bergantung pada kemunculan virus korona dan dua jenis antibodi yang terdapat pada tubuh manusia (IgG atau IgM) untuk melawan virus, tes PCR dan antigen cocok digunakan pada tahap awal (panduan WHO menganjurkan penggunaan tes PCR dan antigen untuk triase), sementara, tes antibodi dapat digunakan pada tahap lanjut atau saat antibodi telah muncul dalam beberapa hari atau minggu setelah terinfeksi virus, atau bahkan dalam jumlah yang lebih banyak dalam kasus infeksi kedua.

Tes PCR dianggap sebagai standar dalam pengetesan Covid-19. WHO telah menganjurkan tes PCR sebagai metode yang disarankan untuk mengidentifikasi atau memperoleh konfirmasi laboratorium dalam kasus Covid-19. Namun, PCR membutuhkan teknik pemrosesan laboratorium dan menghabiskan waktu hingga 48 jam. Sebagai perbandingan, tes antigen dan antibodi, juga dikenal sebagai tes cepat (rapid test), dapat memberikan hasil dalam 15-30 menit, dan berperan vital dalam pemeriksaan dan pemantauan penyakit, serta riset epidemiologi.

Di negara-negara yang program pengetesannya di bawah kondisi ideal akibat pesatnya penyebaran virus dan keterbatasan sumber daya medis, tes cepat turut digunakan bersamaan dengan tes PCR ketika keduanya dianggap sebagai opsi terbaik yang tersedia.

Tahun lalu, kajian yang dilakukan para peneliti Brown University dan University of California menunjukkan, tes antibodi Wondfo mencapai sensitivitas dan spesifikasi tertinggi di antara seluruh tes yang dievaluasi.

Para peneliti dan laboratorium rumah sakit di Brazil, Perancis, dan Australia juga memiliki kesimpulan serupa dan menganjurkan tes tersebut dalam program-program pengetesan di tingkat nasional dan regional. Kini, Wondfo telah memasok lebih dari 50 juta alat tes Covid-19 di 93 negara sejak awal pandemi.

Tes antibodi Wondfo telah terpiih sebagai alat tes utama oleh instansi-instansi kesehatan dalam berbagai jenis skenario pengetesan, dan berperan penting dalam respons pandemi nasional di Spanyol, Brazil, Irlandia, dan Indonesia. Alat-alat tes Wondfo digunakan Kementerian Kesehatan Brazil dalam survei berbasiskan populasi di 133 kota satelit di seluruh negara bagian Brazil. Data ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam kebijakan pencegahan dan kesiapan sistem kesehatan di tingkat negara bagian.

Tes yang sama juga digunakan dalam sebuah studi Covid-19 di Brazil terhadap anak-anak. Tes ini dilaksanakan guna mendeteksi apakah seorang anak memiliki sindrom pascainfeksi akibat infeksi yang disebut Multisystem Inflammatory Syndrome in Children atau MIS-C. 

Wondfo turut menyediakan tes antigen kepada instansi kesehatan di 38 negara. Tes antigen, jenis tes cepat yang mendeteksi kehadiran protein virus (antigen), sangat tepat dipakai untuk mendeteksi secara cepat keterpaparan infeksi ketika kandungan virus tinggi atau saat seseorang diketahui terinfeksi. Tes tersebut juga dapat digunakan dalam triase tahap awal dan menginformasikan protokol pengendalian wabah di tengah populasi yang diduga terinfeksi. 

Seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi, Wondfo juga mengamati lonjakan permintaan atas alat tes antibodi yang menetralkan virus. Kemampuan mendeteksi dan mengkaji antibodi yang menetralkan virus membantu pemahaman orang, serta menentukan dampak virus terhadap tubuh manusia. Dengan demikian, tes tersebut penting saat melakukan evaluasi keampuhan vaksin dan mengukur respons imun di tengah komunitas.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)