Perempuan Tangguh Indonesia Gelar Vaksin Marathon Bagi Disabilitas

Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) kembali mengadakan Vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas dosis pertama, pada tanggal 8 dan  9 September, di Gedung Adibrata, Sesko TNI, Bandung. Vaksinasi massal bagi penyandang disabilitas ini, merupakan rangkaian acara vaksin yang dilakukan secara marathon oleh PTI. Sebelumnya PTI telah  melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 500 penyandang disabilitas dan 100 pendampingnya, pada Sabtu 4 September 2021, di SMKN 15 Bandung.

Menurut  Ketua III PTI sekaligus ketua panitia penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Disabilitas Perempuan Tangguh di Jawa Barat, Hemasari Dharmabumi, kegiatan non stop ini merupakan  jawaban atas  imbauan Presiden RI. " Presiden Joko Widodo meminta  agar organisator masyarakat ikut  turun tangan dalam percepatan penyerapan vaksin covid 19. Inilah sebabnya kami  Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia  segera bergerak cepat, mengadakan vaksinasi secara marathon untuk penyandang disabilitas di Bandung Raya, " katanya.

Pergerakan para perempuan tangguh ini juga didasari data betapa masih amat minimnya penyandang disabilitas tersentuh vaksin Covid-19.  Menurut Hema, berdasarkan data per 6 September 2021, Dari sasaran 62.530 penyandang disabilitas yang tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat  baru 24.302 orang atau 38,86 % yang mendapat vaksinasi dosis pertama, dan baru 2040 atau 8,39 % mendapat vaksinasi dosis 2. "Itu sebabnya kita  tergopoh-gopoh melakukan ini, melakukan vaksinasi massal secara marathon, mencoba mengejar percepatan dengan berkontribusi positif, " Hemasari menjelaskan.

Kegiatan vaksinasi massal ini mulai menunjukan kenaikan siginifikan, dengan grafik yang naik tajam.  Data terbaru saat ini  penerima dosis 1  sudah mencapai angka 38.370 orang, sementara penerima dosis 2 tercatat sudah 2094 orang.  "Jumlah kenaikan sebanyak 12 ribu akseptor dalam sehari ini berkat kerjasama semua pihak," ujar Hemasari.

Kali ini PTI menggandeng pihak Sesko TNI.  PTI yang bergerak sebagai mobilisator akseptor vaksin, sementara pihak Sesko TNI mempersiapkan vaksin, vaksinator dan menyediakan tempat. Bantuan juga datang dari Yayasan Budha Tzu Chi, yang sebagai bentuk empati pada masa pandemi ini, memberikan berupa bantuan paket sembako bagi akseptor disabilitas yang ikut kegiatan vaksinasi ini untuk dibawa pulang.

Relawan Budha Tzu Chi, Rosellyn menjelaskan arti tzu adalah cinta kasih, dan chi artinya membagi. "Jadi artinya membagi cinta kasih. Saya lihat nilai ini sama dengan kegiatan yang dijalankan Perempuan Tangguh Indonesia, membagi cinta kasih," Rosellyn menjelaskan latar belakang dukungannya  dalam kegiatan vaksinasi massal ini.

Selama pademi Budha Tzu Chi sudah membagikan sekitar 1 juta paket sembako bagi masyarakat terdampak pandemi. “Untuk memudahkan masyarakat, kami  membuka link pendaftaran secara online. Namun untuk mengantisipasi masyarakat yang mungkin mengalami kegagalan atau kesulitan mengakses link, kami tetap sediakan juga pendaftaran secara manual, melalui pesan WhatsApp ke panitia yang sudah kami siapkan juga. Intinya semua dipermudah,” ujarnya.

Untuk batch 2 dan batch 3 ini, disiapkan masing masing 500 dosis per harinya, total 1.000 dosis. Masing-masing bacth perhari mendapat 200 vaksin sinovac disabilitas remaja (usia 12 - 17 tahun), dan 300 vaksin Sinopharm untuk  disabilitas dewasa (18 tahun ke atas). Untuk menghindari kerumunan, panitia PTI mengatur jadwal kedatangan peserta vaksin, Pagi pukul 8.00 - 12.00 WIB untuk akseptor anak anak,  dan Siang pukul 13.00 - 15.00 WIB untuk akseptor berusia dewasa.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan melanjutkan kegiatan ini, bergerilya ke daerah-daerah di Jawa Barat, di mana kaum disabilitas belum tersentuh vaksin." ujar Hemasari.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)